TamiangNews.com, KUALASIMPANG -  Kegiatan Bathsul Masail yang diselenggarakan oleh Majelis Permusyawaratan Umat (MPU) Kabupaten Aceh Tamiang merupakan bagian dari implementasi visi dan misi Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. 


Dan itu merupakan upaya pemerintah melalui dinas terkait meningkatkan kualitas pemahaman syari’at Islam bagi masyarakat Aceh Tamiang. Hal itu dikatakan Wakil Bupati Aceh Tamiang, T Insyafuddin, dalam sambutannya usai membuka kegiatan Bathsul Masail yang diselenggarakan MPU Kabupaten Aceh Tamiang bertempat di Gedung SMP Swasta Islam Kualasimpang, Selasa (26/02)

Wakil Bupati menganggap Pemerintah Kabupaten memerlukan bantuan dan kerjasama dari berbagai pihak, termasuk MPU dan organisasi-organisasi keagamaan lainnya. Karena zaman senantiasa mengalami perubahan dan perkembangan, sementara persoalan semakin kompleks dan beragam, katanya 

Ia berharap MPU terus berperan aktif dalam membimbing umat, guna lebih memahami tentang hukum syari’at, sehingga seseorang dapat mengatur hidupnya menjadi pribadi yang shalih, harap Wakil Bupati Aceh Tamiang T Insyafuddin 

Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan, M. Hanif Fakhri, menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk memberi pemahaman dan pengetahuan tentang hukum syari’at Islam serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pelaksanaan hukum syari’at dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga menjelaskan dasar Hukum kegiatan Bathsul Masail adalah Pasal 139 dan Pasal 140 Ayat (1) dan (2) UU Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintah Aceh, serta Qanun Aceh Nomor 2 Tahun 2009 tentang Tupoksi MPU, paparnya 

Dan Pelatihan ini diikuti oleh 100 peserta yang merupakan Tok Imam Kampung dari 12 Kecamatan dalam Kabupaten Aceh Tamiang, jelasnya lagi

Di jelaskan-nya lagi, Bahtsul Masail secara umum dapat diartikan sebagai pembahasan masalah-masalah, suatu bentuk forum diskusi keagamaan. Dalam tradisi keilmuan Islam yang telah mengakar dari generasi ke generasi. Bahtsul Masail adalah aktivitas akademik, suatu forum ilmiah yang berisi kajian-kajian yang diatur sesuai standar akademis yang ketat, baik dalam memilih rujukan, metode berpikir dan cara pemaknaan. Kegiatan ini sering membahas problematika keagamaan aktual untuk menemukan solusi akibat dinamika sosial yang berkembang di masyarakat, Tutupnya 

Turut hadir dikegiatan tersebut, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama Kabupaten Aceh Tamiang, Drs. Ilyas Mustawa. Ketua Mahkamah Syar’iyah M. Syauqi, Kasdim 0117/Aceh Tamiang Mayor A. Ayani, Sekretaris Dinas Syariat Islam T. Naspi, Kepala Baitul Mal Kabupaten Aceh Tamiang Mulkan Tampubolon, Camat Kota Kualasimpang beserta unsur Forkopimcam. [] TN-W016

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.