TamiangNews.com, GHANA -- Semua orang tentu ingin menjadi seorang raja. Dalam gambaran umum masyarakat awam, raja identik dengan sesuatu yang mewah dan selalu mendapatkan puja puji dari seluruh rakyatnya.

Foto : Okezone.com
Namun, tidak semua raja seperti itu, salah satu contohnya adalah kisah raja yang satu ini. Sebagai seorang raja dari suku Afrika Barat, Eric Manu, justru hijrah menuju Kanada untuk melanjutkan pekerjaannya sebagai tukang kebun.

Tentu Anda akan bertanya-tanya, bagaimana bisa seorang raja menjadi tukang kebun. Ya, hal ini ia lakukan semata-mata untuk mengumpulkan uang guna menyediakan perawatan kesehatan bagi “rakyat” barunya.

Eric dinobatkan menjadi seorang raja ketika sang paman yang bernama Dat, meninggal dunia tahun lalu. Setelah tinggal di Kanada selama tiga tahun bersama sang istri dan putra kecilnya, mereka kembali ke Ghana Selatan untuk mengambil hak kelahirannya.

“Ini adalah pengalaman yang luar biasa. Anda harus merangkulnya dengan penuh semangat. Itu adalah sesuatu dari warisan, budaya dan tradisi saya,” tutur Eric, sebagaimana dilansir Independen, Minggu (24/2/2019).

Meski demikian Eric memutuskan untuk meninggalkan Desa Adansi Aboabo dan kembali ke Amerika Utara untuk melanjutkan pekerjannya. Tentunya bukan tak bertanggung jawab, atau lepas tanggung jawab.

Kepergian Eric kembali ke Negeri Paman Sam dalam upaya mengumpulkan uang bagi 6 ribu sukunya. Eric sendiri mengaku bangga bisa bekerja dengan bosnya. Ia pertama kali direkrut oleh Susan Watson untuk memulai sebuah yayasan bernama to The Moon and Black.

“Mereka sangat cantik luar dalam, dan mereka sama sekali tidak memiliki apa-apa. Dan Eric pulang ke sini dengan kebanyakan penduduk sengsara dan menginginkan sesuatu yang lebih,” tulis Watson.

Alasan inilah yang membuat Eric kembali menuju Kanada. Diharapkan ia bisa menghasilkan uang dari beberapa bulan masa tinggalnya di belahan utara Amerika itu. Uang tersebut nantinya akan diinvestasikan demi meningkatkan layanan kesehatan dengan mendistribusikan aneka peralatan.

“Seluruh desa sangat miskin. Klinik ini hanya memiliki bidan dan beberapa perawat. Tidak ada dokter di sini,” tutup Watson. [] OKEZONE.COM

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.