TamiangNews.com, LIFESTYLE -- Seni adalah sebuah kata yang tidak bisa dipisahkan dengan kehidupan manusia. Sebagian orang mencurahkan perasaan dirinya dengan menuangkannya ke dalam sebuah karya seni. Tentunya setiap karya seni memiliki keindahan dan makna yang tersirat di dalamnya.

Foto : Okezone.com
Perasaan inilah yang digunakan oleh Sasya Tranggono untuk menghasilkan beraneka karya tingkat tinggi yang memiliki nilai seni dan daya tarik tersendiri di dalamnya. Sasya sendiri sudah lama bergelut di dunia seni, selama tiga dekade Ia telah mencurahkan perasaannya menjadi puluhan karya yang mengusung tema “Cinta untuk Indonesia”.

Sasya pun menggelar pameran tunggal untuk memperlihatkan seluruh jerih payahnya selama 30 tahun berkarya. Pameran ini digelar di Gedung D Galeri Nasional Indonesia. Karya seni yang ditampilkan Sasya dilukiskan dengan simbol wayang, kupu-kupu dan bunga.

Terdapat tiga ruangan yang berisi aneka karya seni berbeda. Pada ruangan paling kanan, Sasya memamerkan ikon khas Indonesia yakni aneka wayang yang dibalut dengan motif batik. Dari beberapa lukisan wayang yang paling menarik adalah Last Supper #5.

Lukisan ini mengambil tema Perjamuan terakhir, hanya saja semua anggotanya berupa wayang khas Indonesia dengan berbagai macam bentuk pakaian batik. Lukisan ini sebenarnya memiliki lima seri yang dua diantaranya dipajang di negara Eropa.

Dalam pameran “Cinta untuk Indonesia” Sasya juga menunjukkan karya seni andalannya yakni Pohon Kehidupan yang memiliki filosofi dimana Tuhan menciptakan Adam and Eve. Sasya pun mengaku bahwa karya ini menjadi salah satu favoritnya.

“Lukisan ini memiliki filosofi dimana Tuhan maha pencipta dan hal itu pun menular kepada manusia yang dianugerahi kemampuan untuk mencipta. Saya senang ide merah dan putih yang ada di lukisan ini. sangat Indonesia sekali bukan?,” ucap Sasya , saat diwawancarai Okezone di Galeri Nasional Indonesia, Selasa (26/2/2019).

Tak hanya itu, terdapat juga beberapa patung wayang sebagai visualisasi dari lukisan wayang yang telah ia kerjakan. Patung wayang ini mengisahkan tentang suka duka kehidupan pribadi Sasya.

Tak hanya wayang, ada pula lukisan kupu-kupu yang dibentuk dari susunan batu-batuan dengan nama “Everything Comes From GOD, Everything Happens Troughh, God Everything End Up In God”

Lukisan ini teridri dari empat kanvas yang digabung menjadi satu kesatuan lukisan. Terdapat empat kupu-kupu berwarna merah menyala yang hingga di tangkai-tangkai pepohonan. Lukisan ini pun memiliki makan yang sangat dalam tentang kehidupan manusia dengan sang pencipta.

“Jadi lukisan ini melambangkan metamorfosis, transformasi, habis gelap terbitlah terang. Pokoknya perubahan dari ulat, kepompong menjadi kupu-kupu. Intinya setiap manusia tidak boleh keluar dari proses yang direncanakan Tuhan,” lanjut Sasya.

Karya terakhir yang menjadi favorit Sasya adalah lukisan dengan tema bunga dengan judul Majesty. Uniknya lukisan bunga yang dikerjakan Sasya, 100 persen menggunakan cat air. Alhasil tingkat kesulitan dalam pengerjaannya pun sangat sulit dibandingkan menggunakan cat minyak. Ia mengaku terdapat kedekatan hubungan dirinya dengan sang pencipta saat mengerjakan lukisan tersebut.

“Saya biasa melukis sambil mendengarkan lagu, sambil menyembah Tuhan maka terbentuklah lukisan seperti ini. Alhasil saya sangat suka dengan lukisan ini,” tutupnya. [] OKEZONE.COM

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.