TamiangNews.com, LANGSA -- Proyek Studi Kelayakan Lintasan Internasional Kuala Langsa - Penang bersumber melalui sumber dana otsus dengan sebesar 700 juta rupiah yang merupakan usulan Walikota Langsa telah disahkan DPR Aceh, seperti yang  disampaikan oleh Asrizal H. Asnawi, anggota DPRA dari Fraksi PAN kepada wartawan Rabu (02/01/18).



"Setelah di revisi oleh Kemendagri, DPR Aceh telah mengesahkan Qanun APBA 2019. Anggaran senilai 17 triliun rupiah lebih itu merupakan hasil pembahasan bersama antara Eksekutif dan Legislatif," 

"Didalam anggaran senilai 17 triliun rupiah lebih tersebut, dirinya menyisipkan usulan proyek studi kelayakan pembelian kapal yang akan beroperasi dari Kuala Langsa ke Penang, Malaysia senilai 700 juta rupiah, usulan tersebut sesuai permintaan Pak Walikota Langsa kepada saya beberapa waktu lalu," ungkap Asruzal H. Asnawi. 

"Kita meminta masyarakat utk mengkritisi dgn fakta atau mendukung program ini, sebelum nantinya kita akan mengeluarkan dana puluhan milyar untuk membeli unit kapal tersebut"

Asrizal juga menyampaikan meminta kepada masyarakat dan semua pihak agar dapat mengkritisi dengan fakta dalam mendukung program ini. Selain itu, dukungan serta pengawasan penggunaan dana tersebut sangatlah diperlukan. Karena hal itu demi kemajuan pembangunan Kota Langsa menjadi lebih baik lagi. 

"Hal ini dilakukan sebelum nantinya kita akan mengeluarkan dana puluhan milyar untuk membeli unit kapal tersebut," ujarnya. 

"Semoga hasilnya sesuai dengan apa yang kita harapkan, karena itu mohon dukungan semua pihak. Insya Allah Kuala Langsa Go Internasional sudah di depan mata," ujarnya. 

Untuk pembelian kapal nantinya, sambung Asrizal, kita memerlukan kajian-kajian dari akademisi. 

"Kapal jenis apa yang kita butuhkan? Layak atau tidaknya Aceh memiliki Kapal yang akan berlayar antara Kuala Langsa dan Penang? Itu semua dapat di simpulkan melalui kajian-kajian akademis melalui anggaran studi kelayakan ini," pungkas Asrizal H. Asnawi.

Ditempat terpisah Wira kordinator tim investigasi LPAP-RI menanggapi,"Seharusnya Walikota Langsa harus mengingat dan mengkilas balik serta mengingat kembali pada masa lalu kejadian ditahun 2013 silam, dalam pengelolaan kapal fery cepat yang melayani pelayaran kuala Langsa -Penang Malaysia, itu merupakan proyek terkesan gagal menurut pendapat kami," kata Wira Rabu (02/01/19).

Lanjut Wira, "Apakah dengan membeli kapal tersebut yang menggunakan uang rakyat dapat dan bisa menguntungkan masyarakat banyak atau perorangan atau pun kelompok tertentu, kita semua masih teringat dengan kejadian pada tahun 2013 lalu untuk pengelolaan kapal fery cepat yang melayani pelayaran Kuala Langsa-Penang Malaysia yang justru telah menggerogoti uang rakyat melalui sumber dana APBK yang nilai nya sangat fantastis yaitu sebesar Rp 2.4 miliar, tapi apa hasil nya dan apakah ini bukan yang dinamakan proyek gagal,..?

Seharusnya Walikota Langsa lebih melihat dan mementingkan kepentingan masyarakat banyak bagaimana cara nya untuk dapat mensejahterakan masyarakat simkta Langsa," tutup Wira. [] TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.