TamiangNews.com, ARIZONA -- CEO sebuah klinik di wilayah Arizona, Amerika Serikat, Bill Timmons, mengundurkan diri dari kliniknya setelah seorang pasien perempuan yang koma selama lebih dari 10 tahun melahirkan bayi. Pasien tersebut diduga menjadi korban pemerkosaan saat dirawat.

Foto : Republika.co.id
Surat pengunduran diri Bill Timmons telah diterima oleh pihak klinik. “Dari apa yang telah saya ungkapkan sebelumnya, dia (korban) mengeluh dan mereka tidak tahu apa yang salah dengan wanita ini,” kata seorang sumber yang tidak disebutkan namanya kepada CBS Phoenix, afiliasi KPHO-TV.

Wanita itu yang diduga menjadi korban pemerkosaan, telah menjadi pasien di klinik yang dikelola oleh Bill Timmons yakni Hacienda HealthCare dekat Phoenix, selama lebih dari satu dekade. Pasien itu membutuhkan perawatan sepanjang waktu.

Kepolisian juga telah meluncurkan investigasi serangan seksual dalam insiden tersebut. Wanita yang belum diidentifikasi itu, diperkirakan melahirkan bayinya pada 29 Desember 2018 lalu.

“Tidak ada staf yang sadar bahwa dia hamil sampai akhirnya dia melahirkan,” ujar Wakil Presiden Eksekutif Dewan Klinik Hacienda Helathcare, Gary Orman. Ia mengatakan, akan menyiapkan seluruh data lengkap berkaitan dengan situasi yang mengerikan itu. “Dan kita akan melakukan segalanya dengan kekuatan kita untuk memastikan keselamatan setiap pasien dan karyawan kita,” kata dia.

Sementara itu, The New York Times melaporkan bahwa dugaan baru pelecehan juga muncul, ketika hal privasi tidak difasilitasi bagi pasien saat mereka telanjang atau sedang mandi. Namun, aturan di klinik kini telah diubah, di mana pria harus ditemani oleh seorang wanita ketika hendak memasuki kamar pasien wanita. Hacienda HealthCare mengatakan pihaknya sepenuhnya akan kooperatif dengan pihak berwenang.

Juru Bicara Kepolisian Phoenix mengatakan, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Ia belum mau memberikan perincian lebih lanjut tentang kasus ini. Departemen Pelayanan Kesehatan Arizona mengatakan telah mengirim tim untuk memeriksa pasien dan fasilitas di klinik tersebut. [] REPUBLIKA.CO.ID

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.