TamiangNews.com, SPORT -- Ajang paling prestisius sepakbola kawasan Asia, Piala Asia 2019, sudah dimulai. Sebanyak 24 negara saling jegal demi menjadi yang terbaik di Benua Kuning. Salah satu yang menarik dari ajang empat tahunan ini adalah kehadiran sejumlah nama pelatih top dunia.


Nama-nama besar juru taktik dunia diandalkan beberapa negara kontestan, untuk meraih gelar juara di ajang ini. Lantas, siapa saja pelatih papan atas yang jadi bagian di Piala Asia 2019?

Dimulai dari Grup A. Di belakang tuan rumah, Uni Emirat Arab, ada sosok pelatih berpengalaman asal Italia, Alberto Zaccheroni. Allenatore berusia 65 tahun ini bukan sosok asing di Piala Asia. Sebab, Zaccheroni pernah membawa Jepang juara ajang ini pada 2011. Selain itu, Zaccheroni juga pernah membawa AC Milan meraih gelar Scudetto 1998/1999.

Selain Milan, Zaccheroni juga pernah menangani sejumlah tim papan atas Italia seperti Inter Milan dan Juventus.

Berlanjut ke Grup B. Di grup ini ada tiga nama besar yang menunjukkan kapasitasnya sebagai pelatih papan atas dunia. Yang pertama, ada nama Paulo Bento yang menukangi raksasa Asia, Korea Selatan.

The Taeguk Warriors jadi pengalaman kedua Bento menangani tim nasional sebuah negara. Yang pertama, Bento pernah menangani Portugal periode 2010 hingga 2014. Soal prestasi, Bento pernah mengantar Sporting Lisbon meraih dua gelar Taca de Portugal (Piala Portugal, dan dua gelar Supertaca Candido de Oliveira (Piala Super Portugal).

Satu gelar lainnya di level klub diraih Bento bersama klub elite Yunani, Olympiacos. Bento sukses membawa Olympiacos musim 2016/2017.

Nama kedua adalah Sven-Goran Eriksson yang ada di belakang Timnas Filipina. Pengalaman lebih dari 30 tahun menangani klub dan tim nasional membuat nama Eriksson diperhitungkan. 

Eriksson memang belum pernah sukses membawa tim nasional meraih gelar juara. Meskipun, Eriksson pernah menangani sejumlah tim nasional semisal Inggris, Meksiko, dan Pantai Gading.

Pelatih berpaspor Swedia ini pernah membawa IFK Goeteburg meraih gelar Piala UEFA (sekarang Liga Europa) 1981/1982, bersama AS Roma juara Coppa Italia 1985/1986, dan Coppa Italia 1993/1994 bersama Sampdoria.

Bersama Benfica, Eriksson meraih tiga gelar Primeira Divisao (Liga Portugal), satu gelar Taca de Portugal, dan satu gelar Supertaca Candido de Oliveira. Masa keemasan Eriksson berlanjut bersama Lazio.

Menukangi armada I Biancoceleste mulai 1997 hingga 2001, Eriksson sukses meraih gelar Scudetto 1999/2000, dua gelar Coppa Italia, dua gelar Supercoppa Italia, Piala Winners 1998/1999, dan Piala Super Eropa 1999.

Setelah Eriksson, ada nama pelatih legendaris Italia lainnya, Marcello Lippi. Siapa tak kenal dengan sosok pelatih berambut putih ini. Meski usianya sudah 70 tahun, Lippi tetap disegani di dunia. Bagaimana tidak, Lippi pernah mengantar Juventus lima kali meraih gelar juara Serie A, satu gelar Coppa Italia, empat gelar Supercoppa Italia, satu gelar Liga Champions, satu gelar Piala Super Eropa, dam satu gelar Piala Interkontinental.

Pencapaian tertinggi Lippi di tingkat tim nasional adalah saat mengantar Italia juara Piala Dunia 2006.

Setelah itu, ada nama pelatih kelahiran Argentina berpaspor Spanyol, Juan Antinio Pizzi, yang menukangi Arab Saudi. Entrenador berusia 50 tahun ini pernah membawa Timnas Chile juara Copa America Centenario 2016.

Di Grup F, ada nama Hector Cuper yang menukangi Uzbekistan. Pelatih asal Argentina ini pernah menukangi sejumlah klub papan atas seperti Valencia dan Inter Milan. Untuk di level tim nasional, Cuper pernah menangani Mesir mulai 2015 hingga 2018.

Dari sederet nama besar tadi, siapakah yang akan mampu membawa tim yang ditanganinya keluar sebagai juara? [] VIVA.CO.ID

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.