TamiangNews.com, KARANG BARU -- Penggunaan uang negara tahun 2018 pada pekerjaan lanjutan pembangunan Ruang Kegiatan Belajar  (RKB) di Pasantren At Thayib yang berada di Kampung Durian Kecamatan Rantau menjadi sorotan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gadjah Puteh.


Pasalnya, paket pekerjaan RKB tersebut diduga erat kaitannya dengan aspirasi yang disalurkan oleh orang yang memiliki pengaruh besar di parlemen Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Tamiang.

Menyoroti pekerjaan RKB pesantren itu, Direktur LSM Gadjah Puteh, Sayed Zahirayah kepada awak media mengatakan, proyek fisik yang menggunan uang negara melalui Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) dengan pagu Rp. 185 juta rupiah  diduga dibangun di atas tanah milik wakil pimpinan DPRK, NI.

"Sebelumnya, di tahun 2017 terdapat pekerjaan awal pembangunan pondasi pasantren serta di tahun 2018 dilanjutkan pembuatan RKB", ujarnya.

Menurutnya, status kepemilikan tanah atau alas haknya disinyalir masih milik pribadi yang  berhubungan dengan keluarga wakil rakyat tersebut.

"Dari informasi yang kami peroleh, tanah pesantren masih atas nama milik keluarganya, belum menjadi milik yayasan," ungkap Said, sembari menambahkan pihak rekanan yang mengerjakan pekerjaan, yaitu CV Bilnia Bimantara. 

"Tak hanya sebatas itu saja, di lokasi yang sama juga terdapat pekerjaan pemasangan pavling block yang pagunya sebesar 92.800.000," bebernya.

Lebih jauh, pada pekerjaan pemasangan pavling block selain dikerjakan oleh para pekerja, juga dibantu oleh anak-anak tahfidz Qur'an yang mondok di yayasan itu.

"Baik dalam mengangkat tanah pasir maupun menyusun pavling block," terang Direktur LSM Gadjah Puteh yang menduga ada keterlibatan pekerjaan anak di bawah umur.

Selain itu, pagu dalam pekerjaan pembuatan pavling blockpun lumayan fantastic, dengan ukuran yang dikerjakan. "Ukuran segitu, kenapa besar kali anggaran yang dituangkan, sementara kalau dibandingkan untuk membangun rumah sehat sederhana saja tidak sebesar itu perkiraan pagunya," ucap Said yang menduga ada permainan dalam pembuatan perencanaan pekerjaan untuk mendapatkan hasil yang lebih.

Menyikapi hal tersebut, awak mediapun mencoba menjumpai NI di Kantor DPRK, namun tidak ketemu, sampai berita ini dimuat belum ada keterangan resmi dari wakil Rakyat itu. [] TN-W015

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.