TamiangNews.com, BOGOR -- Pengungsi asal Palestina terlihat berjualan kopi seduh di halaman Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (16/1).


“Biasanya kami jualan selama 24 jam di sini,” kata salah satu pengungsi, Omar, kepada Republika.co.id.

Omar mengaku dagangannya kerap ditertibkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sehingga dia beserta istri dan lima orang anaknya tidak dapat berjualan untuk beberapa waktu. Omar menjelaskan, aktivitasnya sebagai pedagang kopi seduh di kawasan itu sudah dilakoninya sejak dua tahun silam.

Dia menuturkan, sebelum sampai ke Indonesia, dirinya merupakan seorang pengusaha sukses di bidang elektronik, pariwisata, dan swalayan di Kota Hebron Al-Khalil, Palestina. Di kota itu, bisnis yang digelutinya sempat maju namun akhirnya bangkrut seketika.

Anak pertama Omar, Fatimah Azzahra (11 tahun), menceritakan bersama keluarganya mengontrak rumah di daerah Cikaret tak jauh dari Stadion Pakansari. Rumah kontrakan yang mampu disewa ayahnya, menurut dia, hanya sekadar rumah kontrakan sederhana yang atapnya bocor bila diterpa hujan.

Dari pantauan Republika.co.id, dagangan yang dijajakan keluarga tersebut tidak jauh berbeda dari pedagang lainnya. Dagangan yang dijajakan antara lain kopi seduh, minuman manis, serta cemilan ringan. “Kadang yang beli ramai, kadang sepi. Kadang baru buka lapak, langsung diusir Satpol PP,” kata Fatimah. 

Sebelumnya diketahui, kawasan Stadion Pakansari telah disterilkan dari pedagang kaki lima (PKL) guna menyambut Asian Games 2018 beberapa waktu silam. Usai Asian Games berlalu, penertiban PKL masih kerap dilakukan oleh Satpol PP hingga saat ini. [] REPUBLIKA.CO.ID

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.