TamiangNews.com, SPORT -- Kabar bakal adanya upaya menggeser agenda Kongres Tahunan PSSI 2019 menjadi Kongres Luar Biasa, untuk mengganti sosok Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, memantik komentar Bambang Suryo. Manajer Metro FC ini menyebut wacana pergantian Edy Rahmayadi merupakan hal yang salah kaprah.

Foto : Bola.net
Sebelumnya, sempat beredar rumor akan adanya upaya mengubah Kongres Tahunan PSSI menjadi Kongres Luar Biasa dengan tujuan melengserkan Edy Rahmayadi. Salah satu alasan yang disebut bakal dipakai adalah karut-marut sepak bola Indonesia, terutama terungkapnya sejumlah praktik lancung di sepak bola Indonesia.

Menurut BS, sapaan karib Bambang Suryo, jika memang alasan KLB adalah bersih-bersih di internal PSSI, harusnya Edy Rahmayadi tak perlu dilengserkan. Pasalnya, kondisi seperti ini bukan mutlak kesalahan sosok yang juga menjabat Gubernur Sumatra Utara ini.

"Saya lebih setuju bersih-bersih di tubuh PSSI ini masih dikomandani Edy Rahmayadi," ujar BS, yang juga merupakan salah satu whistleblower kasus matchfixing di Indonesia tersebut.

"Setiap ganti ketua Umum PSSI, orang-orang itu saja yang di tubuh PSSI. Kalau mau jujur, jangan hanya Ketum yang disalahkan. Beliau masuk sistem juga karena masukan asal bapak senang (ABS)," sambungnya.

Apa pendapat BS soal wacana bersih-bersih kepengurusan PSSI dari anasir-anasir yang membuat karut-marut tata kelola sepak bola nasional? Simak selengkapnya di bawah ini.

KLB Harus Tepat Sasaran

BS menyebut bahwa jika memang ada KLB, agenda tersebut harus tepat sasaran. Alih-alih Edy Rahmadi, menurut proa berusia 48 tahun ini, seharusnya yang dilengserkan adalah para pengurus lain yang sudah dipastikan tersangkut praktik lancung.

"Seharusnya, kalau KLB, ya semua harus legawa untuk bersih-bersih. Masa, ketum yang mau diturunkan. Kenapa kok bukan orang lain yang sudah jelas terlibat?" tukas pria yang berdomisili di Kabupaten Malang ini.

"Jangan lupa juga, banyak yang merasa suci di hadapan publik, tapi juga ikut bersalah dan berdosa," ia menambahkan.

Harap ADS Masuk Tim Ad hoc

Selain itu, BS juga mengomentari rencana membentu tim ad hoc yang bertugas bersih-bersih PSSI. Menurutnya, jika tim itu benar-benar dibentuk, hanya ada satu sosok yang layak mengetuainya.

"Menurut saya, lebih baik Andi Darussalam Tabussala (mantan Direktur Utama PT Liga Indonesia, red) lah yang ditunjuk sebagai ketuanya," kata BS.

"Saya rasa, dalam waktu tiga bulan, ia bisa membersihkan ini," sambungnya.

Lebih lanjut, BS abai dengan reputasi ADS, yang kerap disebut sebagai salah satu godfather sepak bola Indonesia. Pasalnya, ia menilai, tokoh asal Makassar ini punya sejumlah kelebihan untuk membersihkan PSSI saat ini.

"Ia lebih paham soal ini. Ia orang lama yang paling tahu," tandasnya. [] BOLA.NET

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.