TamiangNews.com, KUALA BATEE -- Rumor adanya aroma mistis kasus hilangnya Muhammad Aris (48), Keuchik Gampong Blang Makmur, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) tidak pengaruhi petugas SAR melakukan pencarian.

Foto : Serambinews
Petugas Basarnas Pos Meulaboh, Aceh Barat bersama Satgas SAR Abdya tetap melanjutkan pencarian Muhammad Aris yang dilaporkan hilang ketika memancing di tanggul kolam labuh Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Ujong Serangga, Susoh pada Senin malam, 31 Desember 2018.

“Kami (SAR) tetap melakukan pencarian dengan menyisir perairan laut jarak mencapai sekitar 25 mil dari pantai Ujong Serangga, Susoh atau sampai Karang Cut Nyak Dhien,” kata Kepala Operasi SAR Abdya, Erizal kepada Serambinews.com, Senin (7/1/2019) sore.

Lokasi berjarak sekitar 25 mil tersebut ditempuh sekitar 45 menit pelayaran menggunakan  rubber boat (perahu karet).

“Ketika penyisiran di laut, petugas SAR bertemu dengan awak boat nelayan dari Kabupaten Aceh Selatan, terutama boat dari Sawang, Meukek dan Labuhan Haji, tapi tidak ditemukan keuchik yang dilaporkan hilang tersebut,” kata Eirizal.   

Upaya pencarian yang dilancarkan SAR melibatkan sekitar 15 anggota dari Basarnas Pos Meulaboh dan Satgas SAR Abdya di bawah Dantim, Rusman Rizal dari Basarnas Pos Meulaboh.

Kecuali menyisir laut, petugas SAR juga melakukan penyelaman sejumlah titik kawasan sekitar 4 mil dari tanggul kolam labuh PPI Ujong Serangga, Susoh, lokasi hilang Muhammad Aris.

“Pencarian kami lakukan selama tujuh hari sejak Rabu lalu sampai Selasa sore, besok. Hasilnya, dilaporkan secara berjenjang ke atas,” kata Kepala Operasi SAR Abdya, Erizal.

Seperti diberitakan, keberadaan Muhammad Aris (48), Keuchik Gampong Blang Makmur, Kecamatan Kuala Batee, Abdya dilaporkan hilang ketika memancing di tanggul kolam labuh PPI Ujong Serangga, Susoh pada 31 Desember 2018 lalu, masih dibalut misteri.

Sementara dugaan kalau ayah empat anak (dua laki-laki dan dua perempuan) itu jatuh ke laut saat memancing kemudian hilang diseret arus, semakin meragukan.

Yang kian berkembang justru dugaan kalau Muhammad Aris hilang di darat karena dua sebab.

Pertama, dikaitkan dengan hal mistis yaitu keuchik tersebut hilang dibawa makhluk halus dalam kondisi di bawah ambang sadar.

Kedua, sengaja menghilangkan diri karena persoalan yang sangat membebani pikirannya, termasuk masalah sangat pribadi.

Sejumlah warga Kuala Batee meragukan kalau Keuchik Gampong Blang Makmur itu hilang diseret arus laut. “Alam akan memberi tanda, di mana ombak akan bergejolak bila ada orang tenggelam dan setelah tiga hari akan muncul ke permukaan. Tapi, kondisi ombak relatif normal dan sampai memasuki hari keenam (Minggu), tak muncul ke permukaan,” salah seorang warga Kuala Batee yang mengaku turut melakukan pencarian.

Adapun tentang dugaan kuat hilang di darat, baik karena dibawa makhluk halus dalam kondisi kurang sadar atau bisa jadi sengaja menghilangkan diri karena sebab tertentu.

Didasarkan dari temuan barang milik Muhammad Aris di TKP, yaitu di tanggul batu kolam labuh PPI Ujong Serangga.

Di lokasi ditemukan sepeda motor Honda jenis Vario yang merupakan kendaraan dinas keuchik, dompet berisikan uang ratusan ribu, SIM C, HP Xiaomi, alat pancing yang ditemukan dalam kondisi masih terpancang di sela batu dan tali pancing dalam kondisi tersangkut di laut.

Selain  itu juga ditemukan jeket warna loreng di atas pemukaan tanggul, plus satu ekor ikan basah jenis gabu.

Sedangkan identitas lain yang sangat mengikat tidak ditemukan di lokasi, yaitu KTP (kartu tanda penduduk) dan SIM B1 Umum.

Padahal, Muhammad Haris memiliki satu unit kendaraan roda empat (mobil) jenis double cabin.

Konon, menurut keterangan, mobil tersebut sudah digadaikan pada salah satu pemilik bengkel sebelum Muhammad Aris dilaporkan hilang. [] SERAMBINEWS





Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.