TamiangNews.com, TEKNOLOGI -- Kelompok peretas atau hacker terorganisir dengan tagar #CastHack mengakui bertanggung jawab atas peretasan puluhan ribu smart TV dan Google Chromecast di seluruh dunia. Perangkat tersebut dipaksa menonton konten buatan YouTuber dunia, PewDiePie.

Foto : Viva.co.id
Mereka menargetkan port keamanan yang terbuka dalam jaringan rumah korban untuk membuat informasi publik tertentu.

Bukan itu saja, mereka juga mengatakan bahwa eksploit menunjukkan sejumlah perangkat yang terhubung dengan para peretas seperti jaringan wifi pada aplikasi Google, baik Chromecast maupun Home, serta perangkat bluetooth yang dibagikan.

Dilansir dari Business Insider, Jumat, 4 Januari 2019, korban peretasan akan mendapat notifikasi bahwa perangkatnya mengekspos informasi sensitif. Mereka juga diberitahu untuk berlangganan konten PewDiePie.

Kelompok hacker terorganisir di bawah tagar #CastHack menggunakan Twitter dan YouTube ini akhirnya mengakui perbuatannya.

Mereka melakukan aksi tersebut untuk mencari tahu kelemahan dan keretanan keamanan perangkat para korbannya. Namun, alasan lainnya adalah untuk mempromosikan PewDiePie dan YouTuber lainnya.

Para peretas ini juga mengaku bahwa mereka menargetkan sebanyak 70 ribu perangkat, sedangkan korban peretasan mengatakan jika perangkat mereka secara otomatis memainkan video PewDiePie setiap 20 menit.

Pada Desember 2018, salah satu peretas dengan akun @j3ws3r juga dikaitkan dengan peretasan terkait PewDiePie. Kali ini hacker mengincar 100 ribu printer di sejumlah negara di dunia. Printer tersebut dipaksa mencetak pesan dukungan untuk PewDiePie.

Selain itu diselipkan informasi mengenai kerentanan perangkat masing-masing pengguna. Di waktu yang hampir bersamaan, situs The Wall Street Journal juga diretas sebagai bagian dukungan bagi PewDiePie. [] VIVA.CO.ID

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.