TamiangNews.com, JAKARTA -- Politikus Partai Golkar Meutya Viada Hafid menilai harapan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar tentang sepuluh kursi menteri bagi kadernya jika Jokowi kembali terpilih menjadi Presiden terlalu dini untuk diutarakan. Terlebih pemilu baru akan digelar pada bulan April mendatang.

Foto : Kumparan.com
“Lucu. Bahwa pemilunya belum mulai tapi sudah ada permintaan jatah-jatah menteri,” kata Meutya kepada kumparan, Minggu (27/1).

Meutya yang juga menjabat sebagai Wakil Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf memastikan partainya tidak akan meminta jatah kursi menteri kepada Jokowi. Baginya, yang harus dilakukan saat ini adalah bagaimana memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf di pemilu mendatang dan memenangkan partainya.

“Jadi kita belum berpikir untuk harus berapa kursi dan lain-lain. Itu sepenuhnya hak prerogratif Presiden Jokowi,” lanjutnya.

Dalam pemilu mendatang, Golkar sendiri menargetkan untuk tidak keluar dari dua besar perolehan suara nasional. Dengan duduk di posisi dua besar, menurut Meutya, akan ada nilai plus dari Presiden terkait kepada partai berlambang pohon beringin tersebut.

“Ini kok belum kompetisi pemilunya sudah menakar-nakar, itu aja enggak gaya Golkar,” ujar anggota Komisi 1 DPR RI tersebut.

Akan tetapi pada keputusan akhir, soal pembagian kursi menteri ia kembali menyerahkan kepada Jokowi-Ma’ruf jika terpilih nanti. “Presiden saya rasa akan punya pertimbangan sendiri, tapi hitungan hasil pileg itu termasuk salah satu kemungkinan besar akan menjadi perstimbangan Presiden.”

Sebelumnya, saat menerima kader Muslimat NU, di DPR, Cak Imin menyampaikan harapannya agar mendapatkan jatah sepuluh menteri bagi kader partainya. Dari sepuluh kursi menteri tersebut, Cak Imin mengkhususkan menteri di bidang Ekonomi. Ia beralasan agar bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat nanti.

“Hari ini menteri dari kami empat, Menpora dan lain-lain. Mudah-mudahan (nanti) menteri (bisa) sepuluh,” kata Cak Imin di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Untuk itu, ia meminta doa dan restu dari para ibu-ibu terutama Muslimat NU agar rencana tersebut dapat terwujud. “Saya mohon doanya moga-moga saya diberikan kekuatan melanjutkan dan membuktikan. 2019 syarat persatuan ditopang oleh ekonomi yang makmur.” [] KUMPARAN.COM

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.