TamiangNews.com, BANDA ACEH -- Senator Aceh, Drs H Ghazali Abbas Adan mengatakan, pembangunan Aceh akan tidak berdaya apabila tak ditopang oleh dan otonomi khusus (otsus). Mirisnya, kendati uang melimpah, tapi kondisi ekonomi Aceh hingga sekarang masih belum membaik dan Aceh masih menjadi provinsi termiskin di Pulau Sumatra.

Foto : Serambinews
“Masalah dana otsus, kita akui Aceh tidak ada uang jika tidak ada dari pusat. Yang paling dominan adalah dana otsus, yaitu 8,3 triliun rupiah. Artinya, apabila otsus dihentikan maka kita tidak berdaya dan (pemberian dana otsus) ini akan berlangsung sampai 2027,” katanya saat menjadi pembicara pada Seminar Empat Pilar Kebangsaan di aula Badan Kesbangpol Aceh, Banda Aceh, Senin (21/1).

Terkait akan berakhirnya alokasi dana otsus, Ghazali mengatakan bahwa dirinya akan memperjuangkan agar dana otsus bisa dilanjutkan lagi, tidak hanya sampai tahun 2027. Perjuangan yang dilakukannya di parlemen, lanjut Ghazali, bukan untuk kelompok tertentu, melainkan untuk kepentingan orang banyak di Aceh.

“Saya sudah pernah meminta secara resmi kepada negara dengan dirjen otomini daerah dan wakil presiden yang menangani masalah ini. Saya minta otsus diperpanjang,” ungkap mantan “Abang Jakarta” ini.

Dalam kesempatan itu, Ghazali juga menyebutkan bahwa dirinya juga turut ambil andil dalam memperjuangkan lahirnya Bank Aceh Syariah di Aceh.

“Saya berkoordinasi dengan Pak Haizir Dirut Bank Aceh, semua keinginan itu saya bicara langsung ke OJK di Jakarta. Zaini Abdullah (Gubernur Aceh periode 2012-2017) yang mengonversikan Bank Aceh dari bank konvensional menjadi syariah meskipun belum sempurna saat ini tapi akan kita perbaharui terus ke depan,” sebut dia.

Selain itu. Ghazali juga mengaku gigih memperjuangkan zakat sebagao faktor pengurang pajak. “Ini akan terus kita perjuangkan karena PNS kita di Aceh dipotong dua kali, yaitu zakat dan pajak,” ungkap Ghazali.

Dalam seminar itu turut hadir beberapa pemateri lain seperti dosen Universitas Jabal Ghafur Pidie, Junaidi Ahmad SAg MH dan Guru Besar UIN Ar-Raniry, Prof Dr M Hasbi Amiruddin MA. [] SERAMBINEWS



Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.