TamiangNews.com, KAMPUNG DURIAN -- Tak ada alasan untuk tidak dapat bercocok tanam di lingkungan yang lahannya sempit dan padat penduduk sekalipun.


Di era yang modern dengan semakin canggihnya teknologi dan cerdasnya manusia dalam, memanfaatkan suatu keterbatasan menjadikan pola pikir manusia berkembang lebih maju lagi.


Hal ini yang membuat Ibrahim Johar, S.P (23) atau sering disapa Johar memikirkan bagaimana dengan lahan yang sempit bisa sangat berguna, dan akhirnya Johar mendapat ide yaitu sistem bercocok tanam dengan hidroponik. Sistem bercocok tanam hidroponik sejatinya merupakan suatu sistem pertanian yang memberdayakan air sebagai zat pengganti tanah.


Johar yang juga merupakan salah satu lulusan IPB dari Departemen Agronomi dan Hortikultura, mendapatkan ide sistem tanam tersebut saat di bangku kuliah. Hal ini langsung di terapkan di kampung halamannya, yaitu berlokasi di Kampung Durian Kecamatan Kejuruan Muda Aceh Tamiang.


Johar yang saat ini masih tergolong fresh graduate tidak tergiur peluang kerja dari sektor non pertanian seperti menjadi PNS, karyawan Swasta, ataupun pegawai perbankan. Johar lebih memilih membuka usaha hidroponik.


Menurutnya, peran pemuda untuk memajukan sektor pertanian sangat minim. Kondisi real di lapangan yang menjadi petani usianya sudah tidak produktif, sedangkan regenerasi tetap harus ada.


Maka dari sinilah Peluang yang bisa diambil terutama pertanian dengan pola hidroponik masih sangat sedikit penggiat di tempat tinggalnya, yaitu Aceh Tamiang.


Johar menjelaskan omset dari tanaman hidroponik jika membuat Hidroponik mencapai 700 lubang net pot, Sekilo kangkung ada 70 tanaman dalam 10 netpot, berarti satu isi net pot ada 7 tanaman kangkung (kadang 6 atau 8). Berarti jumlah panen ada sekitar 700 : 10 = 70 kg Sekali Panen dalam 21 HST (Hari Setelah Tanam) Harga kangkung Hidroponik Rp. 20.000 / kg, maka akan didapat pendapatan sekira 70 kg x Rp. 20.000 = Rp 1.400.000 omset perbulan.


Ini sebagian contoh kangkung, tapi kalau menanam selain kangkung, seperti komoditas sayur selada, nilai jual komoditas selada per netpot nya mencapai Rp.3000 jika Memiliki lubang Tanam 700 net pot, dapat memperoleh omset 3000 x 700 = Rp. 2.100.000, B bagaimana kalau memiliki 7000 lubang tanam, bukan mustahil dapat omset Rp. 21.000.000 per bulan.


"Permintaan akan sayur Hidroponik tergolong tinggi, kami di Hidroponik Tamiang belum dapat memproduksi kebutuhan pasar dan bisnis Hidroponik sangat menjanjikan, selagi Manusia masih membutuhkan makan pertanian tidak ada matinya,  jadi usaha hidroponik usaha yang sangat menjajikan", ungkap Johar. [] TN-RED

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.