TamiangNews.com, BANDA ACEH -- Setelah beberapa kali berturut-turut meraih penghargaan Adipura.


Foto : Serambinews
Tahun ini, Kota Banda Aceh gagal meraihkan penghargaan Piala Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI.

Padahal selama dua tahun terakhir ini Banda Aceh mampu meraih penghargaan tertinggi dalam bidang lingkungan tersebut.


Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh, Drs T Samsuar M.Si kepada Serambi, Senin (14/1/2018) mengatakan, terdapat sejumlah aspek yang menjadi penilaian penghargaan adipura tahun ini.


Diantaranya kebersihan dalam kota, pasar, taman, hutan kota, partisipasi masyarakat hingga pengelolaan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA).


“Salah satu aspek yang menjadi kekurangan Banda Aceh dalam penilaian tahun ini, yaitu pada pengelolaan sampah di TPA Terpadu Blangbintang,” ujar T Samsuar.


Menurutnya, sebenarnya pengelolaan sampah di TPA Gampong Jawa sudah berjalan dengan baik.


Namun saat ini, hampir 85 persen sampah dari Banda Aceh dibuang ke TPA Terpadu Blangbintang, sehingga penilaian dipusatkan di TPA tersebut.


Dikatakan, pengelolaan sampah di TPA Blangbintang belum berjalan dengan baik, sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam penilaian Adipura.


Karena pengelolaan sampah di TPA menjadi aspek penilaian terbesar, sehingga nilai yang dimiliki Banda Aceh merosot. [] SERAMBINEWS


Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.