TamiangNews.com, TULANG CUT -- Konflik berkepanjangan antara Warga dengan Datok Penghulu Kampung Benteng Anyer Kecamatan Manyak Payed Aceh Tamiang (Kepala desa_red), Zukifli AR, dan Perangkatnya terkait Pengelolaan Dana Desa sejak tahun 2015 sampai dengan sekarang diduga tidak transparan, akhirnya Datok dan Perangkat kampung itu menyerah dengan mengembalikan setempel dan surat pengunduran diri ke kantor Camat Manyak Payed, pada, Kamis (06/12).


Foto : Saat digelarnya rapat di Meunasah Kampung itu terlihat Babinkantibmas sedang meberikan arahan kepada peserta rapat
Hal tersebut dilakukan Datok Penghulu dan perangkat pasca digelar musyawarah antar Warga dengan seluruh perangkat kampung pada Sabtu malam, (01/12) 

Dimana dalam rapat tersebut Datok dan perangkat tidak mampu menjawab pertanyaan pertanyaan warga terkait pengelolaan dana desa yang diduga tidak transparan, ironisnya lagi setiap kali rapat Dusun tidak pernah melibatkan masyarakat dalam menentukan prioritas pembangunan desa. 

Salah seorang tokoh masyarakat setempat Rianto, A Rani dan bersama sejumlah warga lainnya kepada TamiangNews menjelaskan, dalam rapat tersebut warga mempertanyakan berbagai dugaan penyimpangan dana desa yang dilakukan Datok Penghulu dan perangkat.

"Kami hanya minta mereka transparan, namun didalam rapat itu mereka tidak bisa mempertanggungjawabkan dana desa, malah waktu rapat itu Sekdes sendiri sempat marah marah dengan Datok Penghulu yang selalu menjago jagokan MSDK dalam mengelola DD tersebut sehingga kami simpulkan adanya dugaan penyelewengan," ungkap Junaidi.

Sementaraitu Camat Manyak Payed Mukhtar Hadi, S.STP yang ditemui  TamiangNews dikantornya Kamis (6/12) kemarin membenarkan bahwa Datok Kampung Benteng Anyer, Zulkifli AR, bersama beberapa perangkatnya mengembalikan Stempel Desa dan surat pengunduran diri.

Menurutnya secara kedinasan Camat tidak setuju dengan pengunduran diri mereka, mengingat hal tersebut akan mengganggu persoalan administrasi kampung.

"Persoalan ini segera akan saya teruskan ke Bupati, kita tunggu tindak lanjut dari bupati," ujarnya.

Untuk meneruskan pemerintahan kampung, Camat meminta agar Basri selaku Sekretaris Desa tidak mengundurkan diri dan dapat meneruskan aktifitas Administrasi di Kampung. 

"Selagi menunggu tindak lanjut, sementara Sekdes kita minta meneruskan tugas datok terkait masalah administrasi, nanti setelah turun surat bupati baru kita tunjuk Pj. Datok dari Kantor Camat sampai terpilih kembali Datok Devinitif" pungkas Camat. [] TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.