TamiangNews.com, LANGSA -- Sejumlah kilang mini dan Panglong Kayu yang ada diwilayah Kota Langsa, Aceh Timur dan Aceh Tamiang, yang mendapat izin mengolah kayu racip bukan ijin mengolah kayu balok gelondongan, namun acap kali didapati sejumlah Panglong tersebut mengolah kayu balok gelondongam disinyalir hasil penebangan liar (Ileggal Logging) hutan yang harusnya dijaga oleh pihak KPH justru main mata untuk mengisi koceknya. 



Hal itu dikatakan Kordinator tim investigasi LPAP RI Wirabono Kamis (13/1) apa yang dilakukan pihak KPH III ini tergolong nekat,  bagaimana tidak ada oknum KPH III, yang ikut bermain langsung di salah satu Panglong yang ada didaerah Alur Dua, oknum itu langsung ikut mengatur setiap kali kayu glondongan yang masuk ke panglong tersebut tanpa merasa bersalah. 

Diungkap Wirabono, ada sejumlah Panglong atau kilang ketam berkedok menerima pesanan pembuatan kusen pembuatan daun pintu dan jendela, kenyataannya pengusaha panglong tersebut membeli kayu ilegal jenis kayu damar, merbau dan meranti yang kemudian diolah menjadi kusen pintu kusen jendela dan diolah menjadi daun pintu dan daun jendela selanjut nya dijual sendiri hingga daerah Medan Sumut. 



Ditambahnya lagi, kilang yang melalukan kegiatan seperti tersebut diatas antara lain kilang/panglong UD Lily di Paya Bili Dua, milik F dan di Alur Dua dekat Pintu Gerbang PT Gruti dan di Karang Anyar, serta dijalan Rel Paya Bujok Bromo yang kegiatannya sama.

Adapun jenis kayu mereka beli rata-rata dengan mesin shinsaw jenis Damar Meranti dan Merbau, dengan ukuran panjang 7 s/d 8 kaki itu smua ilegal, yabg dibawa dari Blang Tualang, dimana lokasi itu sekarang menjadi rebutan para Mafia Kayu Spanyol (separoh nyolong), anehnya pihak KPH III tutup mata, papar Wirabono.

Ditambah Wira lagi, jika mau melihat kayu yang diangkut dengan kenderaan roda dua setiap hari  mencapai 10 s/d 20 kenderaan roda dua, tunggu saja dijalan lewat Alur Nyamuk sore hari. Itu kayu Damar Merbau dan Meranti yang di angkut ini juga ada upeti untuk mereka, ungkap Wira. 

BACA JUGA : Getah Pinus Hasil Tangkapan Polhut KPH III Diduga Menghilang

Disinyalir dengan diamnya pihak KPH III menimbulkan kesan praktik praktik ilegal ini mendapat upeti pada setiap kilang mini pengolah kayu racip dan panglong pembuatan kusen dan pintu serta jendela di Aceh Timur Aceh Tamiang dan kota Langsa. [] TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.