TamiangNews.com, KUALASIMPANG -- Memang bukan hal yang mudah untuk meyakinkan orang yang kondisinya memiliki kesempurna fisik tanpa kekurangan apapun, namun tampaknya itu tidak berlaku bagi Hendra Liyanto (23), yang merupakan siswa penyandang disabilitas tuna netra di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pembina Aceh Tamiang.


Hendra Liyanto saat memainkan alat musik sambil bermyanyi di Cafe Isaku Niki Komplek SLB Pembina Negeri Aceh Tamiang. (Foto : Burhan/Dok. TN)
"Konsep dalam hidup saya, tidak ada yang tidak mungkin, selama kita terus belajar dan berusaha,"Ungkapnya, saat memainkan alat musik di Cafe Isaku Niki komplek SLB, Sabtu (15/12) malam.

Selain itu, sebelumnya berbagai cibiran dan berbagai ucapan-ucapan yang terkesan mendiskriminasi kami sering terdengar, namun itu kami anggap sebagai motivasi kami untuk belajar.

"Dengan begitu, buah dari motivasi kami menghasilkan berbagai prestasi, salah satunya saya saat ini sudah mampu menguasai Informasi Teknologi (IT) dan musik,"Ujar Hendra.

Hendra juga menambahkan, sejumlah 3 (tiga) siswa penyandang tuna netra yang mampu menguasai IT dan musik. "Orang yang memiliki kondisi seperti kami memang susah untuk belajar, tapi tekad dan kemauan menjadikan kami seperti ini, bahkan  tidak ada yang tidak mungkin kalau kita mau belajar serta saya berharap dengan server indonesia aplikasi tik tok dapat menyatukan kami penyandang tuna netra", kata Hendra. [] TN-W015 (burhan)

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.