TamiangNews.com, JAKARTA -- Anggota Komisi Polisi Nasional (Kompolnas), Bekto Suprapto meminta Polri dan TNI bersatu untuk menyelidiki penyerangan Polsek Ciracas dan beberapa anggota TNI.

Foto : Detiknews
"Kita beri kesempatan Polri bekerjasama dengan POM TNI untuk menyelidikinya, tindakan main hakim sendiri harus dihindarkan. Siapapun yang melanggar hukum sebaiknya diproses hukum," kata Bekto melalui pesan singkat kepada detikcom, Rabu (12/12/2018).

Dia mengatakan saat ini kerjasama antara Polri dan TNI itu saat ini diperlukan. Menurutnya, hasil penyelidikkan harus diinformasikan dengan cepat kepada masyarakat agar tidak ada berita simpang siur terkait peristiwa ini.

"Soliditas TNI dan Polri tetap harus dijaga, kerjasama dalam penyelidikan sangat diperlukan. Apapun hasilnya harus segera disampaikan kepada masyarakat sebagai pertanggungjawaban, sekaligus untuk menjawab berita simpang siur dalam masyarakat," jelasnya.

Sebelumnya, Komisioner Kompolnas Andrea Poeloengan juga meminta seluruh pelaku perusakan Polsek Ciracas harus ditindak tegas. Menurutnya tindakan yang dilakukan sekelompok orang ini dapat membahayakan NKRI.

"Kejadian ini mencerminkan, hukum bukan lagi sebagai panglima di negeri ini, dan ini membahayakan bagi keutuhan NKRI. Hal ini tidak dapat dibiarkan, maka bagi seluruh pelaku agar segera ditindak secara hukum," tegas Andrea dalam keterangan tertulisnya.

Selain itu, Andrea menyarankan penegakan hukum terhadap pelaku diikuti pemulihan hubungan interpersonal antar pelaku dan korban. Akibat penyerangan ke Polsek Ciracas, Kapolsek Ciracas Kompol Agus Widar dan dua anggotanya juga menjadi korban.

Hingga saat ini polisi masih menyelidiki pelaku penyerangan ke Mapolsek Ciracas. Sedangkan terkait pengeroyokan anggota TNI pada Senin (10/12), polisi menangkap tukang parkir berinisial A. [] DETIKNEWS

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.