TamiangNews.com, BANDA ACEH -- Kementerian Agama  (Kemenag) RI menilai jika Pusat Observatorium Hilal Tgk Chik Kuta Karang Lhoknga, Aceh dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.

Foto : Serambinews
Pasalnya, selama ini tempat itu bukan hanya dimanfaatkan untuk observasi semata, tapi juga untuk kepentingan pendidikan dan pembelajaran Falakiyah.

Hal itu disampaikan Kepala Subdit Hisab Rukyat Kementerian Agama RI, Nurkhazin dalam forum rapat evaluasi Bidang Urusan Agama Islam dan Binsyar Kemenag RI 2018 di Bogor, Kamis (6/12/2018).

Dalam siaran pers yang dikirim Kemenag Aceh'>Kanwil Kemenag Aceh kepada Serambinews.com, Nurkhazin menyampaikan, bahwa selama ini Observatorium Hilal Aceh dijadikan sebagai untuk belajar falakiyah bagi perguruan tinggi, santri dayah, siswa dan masyarakat umum.

Selain itu, di tempat tersebut juga sering diselenggarakan kegiatan yang terbuka untuk umum, seperti pengamatan gerhana bersama masyarakat.

"Kemenag Aceh telah menjadikan pusat Observatorium Hilal Tgk Chik Kuta Karang tidak hanya untuk untuk rutinitas observasi bulan saja. Tapi mereka melakukan inovasi, dikembangkan untuk kepentingan pendidikan mulai dari mahasiswa sampai murid TK dan masyarakat umum," ujar Nurkhazin. 

Selain itu, Ia juga mengatakan Selain observasi hilal, Kemenag Aceh juga melaksanakan Program Astronomi Road to School ke madrasah/sekolah, pengukuran arah kiblat, layanan konsultasi dan mengikuti berbagai Pameran.

Sehingga ia menyarankan provinsi lain supaya dapat meniru terobosan yang sudah dilakukan oleh Aceh, sebagai upaya untuk pengembangan hisab rukyat.

Sementara Kakanwil Kemenag Aceh, Drs HM Daud Pakeh mengatakan, selama ini pusat Observatorium Hilal Lhoknga sangat terbuka untuk masyarakat umum.

Bahkan, sebelum pengamatan Hilal awal Ramadhan dan Syawal, pihaknya menggelar kegiatan pembelajaran yang diisi oleh Pakar Falakiyah Aceh. [] SERAMBINEWS


Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.