TamiangNews.com, LANGSA -- Puluhan Ton Getah Pinus yang disita pihak KPH III Aceh 3 bulan yang lalu kini hilang di kantor KPH III Aceh. Diduga hilangnya barang sitaan itu sejak jabatan pimpinan empuk itu dijabat oleh Amri Samadi,  Kamis (13/12).



Berdasarkan informasi sumber TamiangNews.com yang layak dipercaya, selama ini Getah Pinus/hari keluar dari hutan Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah lebih kurang - 20 truck engkel, belum lagi dari colt diesel. Betul itu...yang enak..ya bpk2 itu..padahal mereka membawa nama KPH III, coba tanya berapa kontribusi untuk KPH III bang, usul sumber, melalui pesan Whatsapp. 


Karena semua dapat fee per Kgnya mereka yang ada di KPH III,  ungkap sumber lagi, apakah itu ada MoU,  karena biasanya dalam MoU itu .....ada isinya kontribusi untuk pemda setempat, begitu juga dengan Propinsi, jhga masing masing gampong / kg getah...nah untuk KPH III berapa ? Ini yang menjadi rahasia...tapi itu pasti ada bang, tulis sumber lagi, nggak mungkin KPH III sebagai pemilik wilayah kerja dan pengelola cuma jadi penonton. 




Lebih lanjut sumber menjelaskan, setelah beberapa truk getah pinus yang diamankan di kantor KPH III baru baru ini kembali dilepas setelah beberapa bulan berada disana (kantor KPH III), kita tau apa penyebab getah pinus itu ditahan,  tapi biasanya, 1 dokumen bisa 2 atau 3 x mereka pakai, makanya dokumen dokumen itu seharusnya ada no serinya, jadi para pengusaha dan petugas tidak bisa main mata, getah pinus ini emas bg, paparnya kalah kayu sama arang harganya. Permainan selama ini sudah sangat memprihatinkan, kita bisa apa, cuma kita nggak open aja..


Dijelaskan kembali oleh sumber, bahwa Getah Pinus yang ada di kantor sudah di lepas tidak tau mengapa kami tidak dapat kabar dan tidak akan pernah tau mengapa dilepas kalau sesuai aturan getah dan truk itu harus ditahan sampai ada keputusan tetap dari Pengadilan baru bisa dilepas apakah iti sudah sesuai mekanis atau aturan gak, jika sudah ditangkap tetap harus diproses hukum dulu, karena dapat saja ini penggelapan, jika ditangkap karena tunggakan, barang itu masih ditempat dan hasil tangkapan itu bukan hasil LHP (Laporan Hasil Produksi) yang harus ada BAP, kam seharusnya mobil dan tersangkanya pun ditahan,sekarang BB-nya pun hilang, ungkap sumber yang tidak bersedia namanya dipublikasikan.


Sementara itu Kepala LHK Aceh Syahrial yang dikonfirmasi TamiangNews Kamis (13/12) melalui pesan WhatsApp menjelaskan, terhadap getah yang diamankan KPH III, Dulu pernah dipertanyakan sama kami oleh pihak Perusahaan, bahwa getah tersebut milik PT. Tusam Hutani Lestari ditahan karena berat muatannya ada sedikit selisih dengan dokumen angkutannya. 


 BACA JUGA : Amri Samadi Tidak Layak Menjabat Sebagai Kepala KPH III

Kemudian kami arahkan bahwa sesuai dengan peraturan tata usaha kayu yang juga kita pedomani untuk non kayu, up getah pinus, terhadap kelebihan muatannya diterbitkan denda (Kalau tdk salah 10 kali PSDH). 


Setelah mereka membayar denda tersebut baru boleh diangkut untuk dipasarkan, tanggapan Kadis DLH Aceh. [] TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.