TamiangNews.com, LHOKSEUMAWE -- Forum Silaturrahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Aceh-Melaksanakan Sekolah Kebangsaan dengan tema "Kontribusi Pemuda Islam dalam Menjaga Keutuhan NKRI" di Universitas Malikussaleh Lhoksuemawe, Sabtu (1/12) yang lalu. 


Sekitar 150 orang perwakilan dari berbagai Lembaga Dakwah Kampus (LDK) yang tergabung dalam Forum Silaturrahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Aceh ikut menyukseskan acara Sekolah Kebangsaan tersebut. 

Dalam event Sekolah Kebangsaan tersebut, FSLDK Aceh berhasil menghadirkan  narasumber dari berbagai instansi, yakni perwakilan Polda Aceh, MPU Aceh, instansi pemerintahan kota Lhoksuemawe dan ketua Puskomda FSLDK Aceh. 

Dalam  penyampaian materinya Komandan Polisi Kasino yang merupakan narasumber pertama menyampaikan bahwa "Bangsa Indonesia terlahir atas perjuangan-perjuangan para pahlawan yang sangat luar biasa, oleh karena itu kita sebagai pemuda terutama mahasiswa diwajibkan untuk menjaganya, dan sesungguhnya peran mahasiswalah yang paling besar dalam memperbaiki kesalahan yang terjadi, ”serta beliau menjabarkan bagaimana pentingnya menjaga NKRI dari Radikalisme dan  Terorisme. 

Selanjutnya disusul oleh narasumber kedua bapak Amri, S.Sos, MSM selaku perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhoksuemawe yang menjelaskan bahwa "Pemuda yang hebat itu adalah pemuda yang selalu mengedepankan hubungannya dengan Sang pencipta. Salah satu contohnya adalah ketika waktu shalat tiba ia segera melaksanakan shalat, dalam keadaan apapun. 

Menurutnya Allah menjadi prioritas utama dalam hidup seorang pemuda. Intinya adalah Akhlaqul Karimah. Dr. Tgk. H.A Gani Isa, SH, M.Ag selaku perwakilan dari MPU Aceh menjelaskan "pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan, dan pemimpin harus memiliki kriteria berikut, yakni mengispirasi, disiplin, kharismatik dan jujur serta adil". 

Terakhir penyampaian materi sekaligus sebagai penutup materi berantai ini yang disampaikan oleh ketua puskomda FSLDK Aceh Andika Saputra yang menjelaskan potensi besar yang dimiliki oleh FSLDK Aceh untuk menjaga keutuhan NKRI, karena FSLDK Aceh memiliki 16 LDK dan 2500 Kader Se-Aceh. 

Ditambahkannya, bahwa Bangsa ini lahir atas dasar persatuan bukan perpecahan, oleh karena itu kami (kader FSLDK dari seluruh penjuru nusantara) akan terus berjuang menjaga persatuan dan merawat NKRI tercinta, Kita hadir sebagai pemuda penuh cinta, bukan pemuda yang intolerant. 

Diakhir penyampaiannya Andika Saputra selaku ketua puskomda FSLDK Aceh dan seluruh LDK Se-Aceh siap mendukung Polda, MPU serta instansi-instasi yang ingin meredam Radikalisme dan Terorisme yang beredar di Indonesia terutama Provinsi Aceh. 

Sekolah kebangsaan diakhiri dengan Pembacaan Piagam Deklarasi Anti Radikalisme dan Terorisme Forum Silaturrahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK Aceh) Oleh Ketua FSLDK Aceh (Andika Saputra) dan ditandatangani oleh perwakilan Polda Aceh, MPU Aceh, Dinas Pendidikan Dan Kebudayan Kota Lhoksuemawe, Puskomda FSLDK Aceh serta Seluruh Ketua LDK Se-Aceh. [] TN-RED

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.