TamiangNews.com, KARANG BARU -- Pelaksanaan Eksekusi Uqubat cambuk yang ke tiga dalam tahun ini terhadap pelanggar qanun aceh No 06 tahun 2014 tentang hukum jinayat kabupaten aceh tamiang hari ini digelar di Halaman depan kantor Dinas Syariat Islam Aceh tamiang Kamis (06/12).


Dalam Eksekusi Tersebut selain dua(2) pelaku Khalwat yang melanggar Pasal 33 Ayat 1 Qanun Aceh Tentang Hukum Jinayat terdapat juga dua puluh empat (24) pelaku Maisir di antaranya dua puluh satu (21) orang melanggar Pasal 18 Qanun Aceh 06 Tahun 2014 dan tiga (3) orang melanggar pasal 20 dan pasal 16 ayat 1 Qanun Aceh tentang hukum jinayat.

Dua pelaku Khalwat yang masing-masing dihukum uqubat hudud sekaligus Cambuk sebanyak 100 kali cambukan berinisial RZ (23) Warga Halban Jati, kecamatan Besitang propinsi Sumatera Utara sedangkan pelaku Wanita berinisial MI (43) Warga Desa Pahlawan Kecamatan Karang Baru kabupaten Aceh Tamiang.

Sedangkan pelaku Maisir Yang masing masing mendapatkan hukuman Cambuk berkisar sebilan (9) sampai dengan tujuh belas (17) kali  berinisial, HN, KN, TN, FI, IN, MR, MD, KF, RM, HA, TZ, MI, FA, WU, MT, AR, AO, DN, MN, AN, SM, YI, SN, dan SY, masing masing Warga kecamatan Sekerak, seruway, Rantau dan Karang Baru.


Kasipidum Kejaksaan negeri Aceh Tamiang Yusnar Yusuf, SH selaku Panitia pelaksana Eksekusi dalam pembacaan laporannya mengatakan, Eksekusi Hukuman Cambuk Kali ini adalah Eksekusi yang ketiga kalinya dalam tahun 2018 dan Eksekusi hukuman cambuk ini adalah yang terakhir dalam akhir Tahun.

Selain itu beliau juga sempat mengucapkan selamat datang kepada kepala lapas Aceh Tamiang yang baru, dikarenakan baru pertama menyaksikan eksekusi hukum cambuk di tamiang ini.

"pada hari ini perlu saya sampaikan kepada bapak ibu sekalian bahwa hari ini kita akan menghukum sebanyak 26 orang dengan hukuman cambuk diantara 9 sampai 100 kali tergantung Hukuman Pasal masing masing dan di Tahun 2018 ini kita telah menangkap pelaku jinayah sebanyak 67 orang dan alhamdullilah telah menurun dari tahun-tahun yang lalu dan saya juga menghimbau kepada masyarakat semuanya agar bisa melaksanakan hal seperti dalam selogan kita, saya berharap kita bisa mampu melaksanakan dengan baik, yaitu "kenali Hukum dan jauhi hukuman", imbuhnya dengan nada tegas.

Setelah Panitia membacakan laporan kegiatan pelaksanaan eksekusi hukuman, giliran Pembacaan Surat Perintah pelaksaan mahkamah syariah kuala simpang

Putusan Mahkamah Syar'iyah Kuala Simpang
Nomor : 20/JN/ 2018/Ms-Ksg, tanggal 24 Oktober 2018
Nomor : 21/JN/ 2018/Ms-Ksg, tanggal 19 September 2018
Nomor : 22/JN/ 2018/Ms-Ksg, tanggal 19 September 2018
Nomor : 23/JN/ 2018/Ms-Ksg, tanggal 19 September 2018
Nomor : 24/JN/ 2018/Ms-Ksg, tanggal 19 September 2018
Nomor : 25/JN/ 2018/Ms-Ksg, tanggal 19 September 2018
Nomor : 26/JN/ 2018/Ms-Ksg, tanggal 19 September 2018
Nomor : 27/JN/ 2018/Ms-Ksg, tanggal 09 Oktober 2018
Nomor : 28/JN/ 2018/Ms-Ksg, tanggal 09 Oktober 2018
Nomor : 29/JN/ 2018/Ms-Ksg, tanggal 09 Oktober 2018
Nomor : 30/JN/ 2018/Ms-Ksg, tanggal 09 Oktober 2018
Nomor : 31/JN/ 2018/Ms-Ksg, tanggal 14 November 2018
Nomor : 32/JN/ 2018/Ms-Ksg, tanggal 14 November 2018

1.Undang-Undang Nomor : 22 Tahun 2002 tentang Grasi jo pasal 3 dan 14 Undang-Undang Nomor : 2/PNPS/1964, tentang Pelaksanaan Pidana Mati.

2.Pasal 46 (2), 191, 192, 193, 194, 1 butir 6 a jo 197, 270, 273 KUHAP

3. Pasal 46 (2), 191, 192, 193, 194, 1 butir 6 a jo 197, 270, 273

4. Undang-Undang Nomor : 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintahan Aceh.

5. Pasal 30 ayat (1) b Undang-Undang Nomor : 16 Tahun 2004 Tentang Kejaksaan Republik Indonesia

6. Qanun Aceh Nomor : 7 Tahun 2013, Tentang Hukum Acara Jinayat.

7. Qanun Aceh Nomor : 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Acara Jinayat.

Bahwa Putusan Mahkamah Syar'iyah Kuala Simpang tersebut telah memperoleh kekuatan hukum yang tetap dan oleh karena itu perlu dilaksanakan, Bahwa sebagai pelaksanaanya perlu dikeluarkan Surat Perintah Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang. [] TN-W008

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.