TamiangNews.com, LANGSA -- Kordinator Tim Investigasi LPAP-RI, Aceh, Wirabono, menyesalkan dan menyangkan sikap arogansi Kepala KPH III, Aceh, Amri Samadi yang bersikap tidak koperatif serta tidak bermitra kepada awak media saat mengkonfirmasi terkait penebangan hutan mangrove guna pembangunan tower destinasi wisata Kuala Langsa. 

Foto : Ilustrasi
"Hal ini patut dicurigai. Ada apa dibalik ini semua," tuturnya di Langsa, Kamis (13/12). 

Dikatakannya, Pada dasarnya hutan manggrove merupakan salah satu program konservasi yang harus dilestarikan, akan tetapi, hasil pantauan pihaknya dilapangan, banyak kayu bakau yang justru ditebang seperti baru baru ini ada terlihat ratusan batang kayu bakau yang digunakan untuk kegiatan proyek pekerjaan saluran dijadikan TM Bachrum kota Langsa. 

Disamping itu, kata Wira, selama ini menurutnya terlalu banyak penebagan hutan manggrove yang dimanfaatan kayu bakaunya untuk produksi arang di sejumlah dapur arang baik itu dikota Langsa, Aceh Timur dan Aceh Tamiang, dimana sudah menjadi rahasia umum bahwa Kepala KPH III juga mendapat upeti dari kegiatan ileggal itu. 

"Yang menjadi pertanyaan adalah apakah dibenarkan kayu bakau digunakan untuk kegiatan proyek dan apakah kayu bakau yang ditebang untuk produksi arang sudah sesuai dan memiliki dokumen yang sah. Nah ini merupakan tanggung jawab KPH itu sendiri," paparnya. 

Dengan segala kegiatan tersebut, pihaknya menduga ada keterlibatan sejumlah oknum di lingkungan KPH itu sendiri. Ia menyebut, dengan demikian juga maraknya kegiatan penebangan hutan di pedalaman kabupaten Aceh Timur. 

"Kami juga menduga adanya permainan dan keterlibatan dari sejumlah oknum KPH, ini terbukti dengan maraknya penebangan kayu bakau di pesisir dan juga penebangan hutan di pedalaman yang diduga ilegal serta berjalan mulus dan aman aman saja tidak ada tindakan dari pihak KPH," katanya. 

Wira juag menyebut, Sudah sepantasnya Kepala KPH III dan jajarannya dievaluasi kembali kinerja dan jabatannya, belum lagi masalah perambahan hutan di pedalam Aceh Timur yang terkesan dibiarkan karena setiap kegiatan itu ada Fee bagi kepala KPH III ini, sebut wira, menutup. [] TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.