TamiangNews.com, TEKNOLOGI -- Ketika WhatsApp dibeli oleh Facebook pada Februari 2014, tak sedikit yang menduga bahwa platform pesan instan ini cepat atau lambat akan disusupi iklan. Kini kekhawatiran tersebut akan segera menjadi kenyataan.

Foto : Kumparan
WhatsApp telah mengkonfirmasi bahwa aplikasinya akan segera dijadikan tambang uang bagi Facebook, demikian disampaikan oleh Chris Daniels, Vice President WhatsApp. Ia mengatakan bahwa WhatsApp bakal menempatkan iklan di fitur Status miliknya yang serupa Stories di Instagram. 

Tak dipungkiri jika ini adalah hal yang tidak diinginkan oleh pengguna. Namun mau tidak mau, pengguna WhatsApp yang aktif memakai fitur Status sebesar 450 juta di seluruh dunia, harus ikhlas dengan keadaan tersebut.

WABetaInfo, blog teknologi yang selalu membocorkan fitur baru WhatsApp, seolah ikut menggelengkan kepala. Dalam cuitan di Twitter, WABetaInfo memprediksi banyak pengguna yang akan meninggalkan platform pesan itu.

"Sepertinya semua orang akan pergi meninggalkan WhatsApp sebelum iklan di status muncul," tulis WABetaInfo.

Menurut pendiri WhatsApp yang kini telah keluar dari Facebook, Brian Acton, iklan di fitur Stories ini akan segera muncul di tahun 2019. Rencana Facebook menguangkan WhatsApp dengan cara seperti ini tak sejalan dengan prinsip Acton hingga akhirnya ia hengkang dari perusahaan.

"Iklan bertarget adalah hal yang membuat saya tidak senang," kata Acton, dilansir Metro.
Acton juga mengatakan bahwa ini bukanlah cara yang tepat untuk menjadikan WhatsApp sebagai mesin tambang uang bagi Facebook. Ia merasa bahwa cara monetize seperti ini tidak sejalan dengan visinya mendirikan WhatsApp.

"Kalian mendirikannya (WhatsApp), dan ini beroperasi di mana-mana di setiap negara. Kalian tidak akan membutuhkan upaya penjualan yang semacam ini. Ini adalah bisnis yang sangat sederhana. (Facebook) merepresentasikan praktik prinsip, etika, dan kebijakan bisnis yang tidak bisa saya sepakati," jelas Acton.

Rencana Facebook ini tampaknya membuat para petinggi WhatsApp geram dan mereka memilih meninggalkan perusahaan. Pada Mei 2018, pendiri WhatsApp yang sebelumnya menjabat sebagai CEO, memutuskan hengkang dari Facebook. Lalu dilanjutkan oleh chief business officer WhatsApp, Neeraj Arora, juga ikut mundur dari jabatannya.

Tak dipungkiri jika alasan utama para pendiri dan jajaran eksekutif ‘tidak betah’ berada di perusahaan, karena kontrol dari induk perusahaan mereka Facebook yang sudah tak lagi sejalan dengan misi. [] KUMPARAN

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.