TamiangNews.com, LANGSA -- Tidak diketahui apa motif Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Langsa menunjuk oknum Geuchik Gampong Sidodadi Rahmad Hidayat mengelola Pasar Tradisional Langsa Lama, padahal lokasi Pasar tersebut berada di Gampong Pondok Pabrik Kebun Lama Kecamatan Langsa Lama Pemko Langsa, akibat penunjukan sepihak itu menimbulkan konflik antar warga dua Gampong itu, Senin (26/11).


Berita sebelumnya Kepala Bidang Pasar disperindagkop Langsa, Harmoni melalui telepon seluler mengatakan, bertahun-tahun pasar tersebut terbengkalai tidak ada kegiatan jual beli, "Untuk mengerakkan denyut nadi perputaran ekonomi di pasar tersebut, kami menunjuk dua Geuchik untuk mengelola Pasar Tradisional itu yakni Geuchik Gampong Pondok Pabrik Kebon Lama dan Sidodadi untuk mengelola pasar itu," tuturnya.

Terkait pengelolaan Pasar Tradisional Langsa Lama, Geuchik Pondok Pabri Kebon Lama, Noto, membantah telah menerima surat penunjukan pengelolaan pasar dari Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Langsa. “Hingga saat ini saya belum pernah menerima surat apapun dari dinas untuk pengelolaan pasar, itu patut dipertanyakan,” tuturnya.

BACA JUGA : Dua Gampong di Langsa Lama Ditunjuk Kelola Pasar Tradisional

Ia mengaku, pihak dinas hanya memberikan surat tersebut kepada Geuchik Sidodadi saja. Sedangkan ke Gampong Pondok Pabrik Kebon Lama tidak pernah diterimanya.

“Maka dalam hal ini saya mensinyalir ada permainan pihak dinas dan Geuchik Sidodadi yang sengaja memperkeruh suasana. Dan saya tidak punya kepentingan apapun terkait pengelolaan pasar tersebut. Namun, masyarakat saya yang mendesak agar pasar itu dikelola oleh Gampong di mana lokasi pasar itu,” paparnya.

Selain itu, kata Noto, pihak dinas tidak pernah ada niat berkoordinasi dengan Gampong Pondok Pabrik Kebon Lama yang merupakan titik lokasi pasar tersebut.

BACA JUGA : Terkait Pengelolaan Pasar Tradisional Kebijakan Diskoperindagkop Langsa Mengundang Konflik Antara Gampong

“Benar kami kedua Geuchik dipanggil oleh Kabid pasar guna mempersiapkan lahan pasar untuk dijadikan tempat pameran, tapi bukan penunjukan pengelolaan pasar, dan kami diberikan uang 1 juta rupiah untuk membersihkan pasar tersebut karena mau digelar Pameran waktu itu dan uang satu juta itu sudah saya kembalikan karena uang itu pinjaman ” ungkapnya. [] TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.