TamiangNews.com, SPORT -- Sebanyak 23 kesebelasan mewakili masing-masing kabupaten/kota di Aceh ikut berkompetisi sepak bola bertajuk Liga Aceh dengan total hadiah Rp250 juta.


Foto : Antaranews
Ketua Pelaksana Liga Aceh Saifullah di Banda Aceh, Kamis, mengatakan, kompetisi sepak bola itu digelar sebagai ajang pembinaan. Kompetisi ini hanya diikuti usia 23 ke bawah.
     
"Kompetisi Liga Aceh digelar untuk menarik minat generasi muda menggeluti olahraga, khususnya sepak bola. Kompetisi ini juga bagian dari upaya mencari bibit pemain sepak bola," kata Saifullah.
     
Kompetisi Liga Aceh dimulai 5 November 2019. Babak kualifikasi Liga Aceh dibagi dalam empat wilayah atau zona. Setiap juara wilayah akan melaju ke partai semifinalnya dipusatkan di Banda Aceh.
     
"Masing-masing tuan rumah babak penyisihan diberikan subsidi Rp40 juta. Sedangkan setiap kesebelasan yang mengikuti babak penyisihan mendapat bantuan dana sebesar Rp4 juta per kesebelasan," sebut dia.
     
Adapun tuan rumah babak penyisihan Liga Aceh yakni Wilayah I Aceh Timur dengan peserta dari Aceh Tamiang, Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, Lhokseumawe, dan Aceh Timur.
     
Wilayah II Gayo Lues dengan peserta Bireuen, Aceh Tenggara, Gayo Lues  Aceh Tenggara, Bener Meriah, Pidie Jaya, serta tuan rumah Gayo Lues.
     
Wilayah III Pidie dengan peserta Aceh Besar, Banda Aceh, Sabang, Aceh Jaya, Aceh Barat, Pidie. Serta Wilayah IV Aceh Selatan dengan peserta Aceh Singkil, Nagan Raya, Simeulue, Aceh Barat Daya, Subulussalam, serta tuan rumah Aceh Selatan.
     
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh Darmansyah mengatakan, Pemerintah Aceh mendukung penuh terselenggaranya Liga Aceh.
     
"Pemerintah Aceh mengalokasikan anggaran untuk pelaksanaan kompetisi sepak bola antarkabupaten dan kota tersebut. Liga Aceh akan dijadikan kompetisi tahunan," sebut Darmansyah.
     
Selain ajang pembinaan sepak bola, kata Darmansyah, Liga Aceh juga menjadi sarana hiburan dan memperkuat silaturahmi masyarakat Aceh. Liga Aceh juga menjadi alat memperkuat perdamaian.
     
"Setiap pertandingan Liga Aceh tidak dipungut tiket penonton. Kami ingatkan para pemain yang berkompetisi di Liga Aceh mengedepankan 'fair play' serta menampilkan permainan berkualitas," tegas Darmansyah. [] ANTARANEWS

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.