TamiangNews.com, TENGGULUN -- Sengketa lahan yang melibatkan masyarakat Desa Harum sari dan Desa Wonosari kecamatan Tamiang Hulu dengan PT Sinar Kaloy Perkasa Indo (Bapak Asiong) masuk babak baru. Masyarakat yang diwakili oleh Muhammad Yusuf menunjuk Raja Pangihutan sebagai pengacaranya untuk menyelesaikan kasus sengketa lahan dengan Bapak Asiong.

Foto : Raja Pangihutan
Saat ditemui wartawan di kantornya, Raja membenarkan perihal penunjukan dirinya sebagai kuasa hukum dari pihak masyarakat di dua Desa tersebut, Sabtu (10/18).

Kepada wartawan, Raja juga menunjukan surat kuasa khusus dari masyarakata kepada dirinya untuk menyelesaikan kasus sengketa ini per tanggal 6 September 2018 dengan Nomor surat : 12/ADV-RAJA/ATAM/IX/2018 yang ditandai tangani oleh kedua belah pihak di kantor saya." terangnya

Masih menurut Raja, sengketa tapal batas ini sebenarnya di tahun 2013 sudah dimediasi dengan mempertemukan kedua belah pihak antara  masyarakat dan PT Sinar  Kaloy Perkasa Indo ( bapak Asiong) yang saat itu pihak masyakat diwakili oleh yusuf dan pihak perusahaan diwakili oleh Usman. 

Dalam mediasi itu disepakati batas tanah HGU (hak guna usaha) perusahaan adalah Pematang Bukit sampai ke Batu Bolok sementara yusuf dan masyarakat lainnya membuka lahan dengan batas-batas sesuai kesepakatan. 

Di tahun 2016 pihak perusahan melanggar kesepakatan tapal batas itu dengan cara memasang patok yang masuk ke dalam areal masyarakat. Sehingga hal inilah yang memicu kembali sengketa tapal batas diantara kedua belah pihak, katanya.

Raja juga mengatakan bahwa "pihaknya sudah melayangkan surat somasi kepada pihak Perusahan pada tanggal 24 september 2018 dengan nomor surat : 07/SM/ADV-RAJA/ATAM/IX/2018. Tapi sampai saat ini belum ada balasan surat saya itu dan saya akan bawa kasus ini ke hukum dalam waktu dekat ini," tutupnya. [] TN-W014 (Winda)

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.