TamiangNews.com, MEDAN - Menjelang pileg dan pilpres 2019 mendatang, banyak kejadian yang tak wajar dipolitisasi. Sahabat RAS bersama Tamaddun Institute melaksanakan Dialog Publik 2019 "Umat Islam di Persimpangan Jalan", yang bertempat di Blessing coffee Aceh jalan tuasan, Medan. Dialog Publik ini dihadiri oleh 60 peserta yang berasal dari mahasiswa, pemuda, dan masyarakat umum, Minggu (11/11/2018). 


Kegiatan ini menghadirkan para pembicara muda dari berbagai kajian dan bidang masing-masing, diantaranya, Rahmat Asri Sufa bertindak sebagai moderator dan tokoh pemuda asal Aceh di Medan, Dedi Sahputra Napitupulu M.Pd sebagai Pemerhati Pendidikan, Muhammad Suhairi Abbas S.Sos.I sebagai penulis dan dai muda, Muhammad Sufawi S.Pd.I sebagai Ketua PAC GP Ansor Tanjung Pura, Abdul Kadir S.Pd.I bertindak sebagai pembanding mewakili Tamaddun Institute dan Khairul Ramadhan S.Pd sebagai penggiat media sosial. 

Rahmat Asri Sufa selaku penggagas dialog publik dibantu Ketua Panitia Arif Dharmawan S.Th.I dan Sekretaris Azriani Sari Nasution S.Pd.I menyampaikan, " ide ini muncul dari perdebatan panas di salah satu Whatsapp grup, dimana membahas isu-isu yang sedang berkembang, salah satunya pembakaran bendera yang bertuliskan kalimat tauhid. Pada akhirnya, kita angkat ke permukaan melalui dialog di muka umum yang menghadirkan para pembicara muda ini", ujar Rahmat Asri Sufa yang juga Sekbid DPP IPTR Sumut. 

Lanjutnya, "Dalam diskusi ini kita tidak mencari benar dan salahnya, melainkan meluruskan pemahaman yang hanya sekedar termakan isu-isu negatif. Pro-kontra itu biasa, yang tak biasa termakan isu hingga pertumpahan darah antar umat Islam", tegas Rahmat. 

Menurut Rahmat, perbedaan itu indah dan wajar. " iya kan wajar, berbeda pendapat dan argumen itu indah. Saling menghormati tanpa bermusuhan hingga mengkafirkan sesama umat Islam", kata Pemuda asal Peusangan, Bireuen ini. 

Disisi lain, Ketua Panitia Arif Dharmawan menyampaikan, "semoga dengan adanya dialog publik seperti ini, wawasan dan pola pikir kita semakin terbuka, sehingga tidak cepat memvonis seseorang itu kafir dan masuk neraka.

Lanjutnya, "kegiatan ini diselenggarakan oleh Sahabat RAS yang bekerjasama dengan Tamaddun Institute serta disponsori oleh Sufa Parfum. Dialog Publik ini sepenuhnya gratis dan peserta pun khususnya mahasiswa mendapatkan sertifikat sebagai penghargaan dari kami", tutup Arif. [] TN-RED (R)

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.