TamiangNews.com, LANGSA -- Kayu hasil penebangan ilegal di kawasan Kabupaten Aceh Timur dengan jumlah lebih dari 26 meter kubik, termasuk kayu bakau sebanyak 17 meter kubik akan segera dilelang bulan ini. Jenis kayu yang sudah diolah menjadi balok dan lainnya berupa merbau dan meranti dan saat ini sudah disimpan di Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) III Langsa.

Foto : Serambinews
Kepala KPH Wilayah III Aceh, Amri Samadi SHut, kepada Serambi, kemarin mengatakan kayu dan arang kayu bakau yang disita, hasil temuan petugas KPH Wilayah III. Dikatakan, kayu tersebut disita di sejumlah lokasi dan waktu terpisah beberapa waktu lalu, saat petugas KPH III melakukan operasi lapangan untuk penertiban illegal logging (penebangan liar) dan lainnya.

Amri menyebutkan, barang temuan yang dilelang terdiri dari satu paket kayu olahan/gergajian, yakni jenis kayu merbau sebanyak 85 batang atau 1,192 m3 dan kayu meranti sebanyak 231 batang atau 25,033 m3. Dikatakan, kayu berkelas yang dilelang sebanyak 316 batang atau 26,225 m3 dengan nilai limit lelang Rp 34.401.156 dan uang jaminan sebesar Rp 10 juta.

Sedangkan satu paket untuk arang kayu bakau sebanyak 856 atau 17,120 m3 dengan nilai limit lelang Rp 6.574.080 dan uang jaminan Rp 2 juta. “Keseluruhan kayu olahan atau gergajian dan arang kayu bakau temuan yang dilelang ini berada di kantor KPH Wilayah III, Jalan Ahmad Yani, Langsa,” ujarnya.

Disebutkan, peserta lelang harus memiliki akun yang telah terverifikasi pada website www.lelangdjkn.kemenkeu.go.id, kemudian mengikuti syarat dan ketentuan lainnya yang dapat dilihat di situs tersebut. “Objek barang dilelang dengan kondisi apa adanya dan peserta lelang dianggap telah mengetahuinya,” ujarnya.

Dia menegaskan jika ada terjadi gugatan atas penundaan atau pembatalan hasil lelang, maka tidak dapat diajukan. Dikatakan, pihak-pihak yang berkepentingan atau peminat lelang tidak diperkenankan melakukan tuntutan kepada KPKNL Lhokseumawe atau KPH Wilayah III Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh.

Disebutkan, peminat dapat melihat dan meneliti barang yang akan dilelang setiap hari kerja. Sedangkan pemenang lelang atas barang temuan hasil hutan kayu olahan dan arang kayu bakau hasil dikenakan Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH).

Amri menyebutkan untuk biaya Resmi lainnya, maka besarannya akan disampaikan pada saat anwijzing dan pembayaran untuk pengambilan barang. Peserta lelang agar mengikuti aanwijzing (penjelasan lelang) yang dilaksanakan pada Senin (12/11) pukul 15.00 WIB di kantor KPH Wilayah III Aceh.

Peserta yang tidak mengikuti aanwijzing, dianggap telah mengetahui ketentuan dan syarat-syarat lelang serta menyetujui yang telah disepakati.

Untuk bBatas akhir penawaran pada Selasa (13/11) pukul 14.00 WIB, serta pembukaan penawaran dan penetapan pemenang lelang dilakukan pada Selasa (13/11) setelah batas akhir penawaran. Sedangkan pelunasan harga lelang lima hari kerja setelah pelaksanaan lelang. [] SERAMBINEWS




Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.