TamiangNews.com, KARANG BARU -- Dalam mendukung kemajuan para pelaku  industri minyak kelapa sawit dalam menerapkan praktik bisnis bertanggung jawab dan berkelanjutan, terutama terkait deforestasi, gambut, serta exploitasi pekerja dan masyarakat Hari ini Kamis (8/11) Pemda Atam dan TFT menggelar Whorshop sustainability and tools for transformation-self assessment (T4T-SA) yang dilaksanakan di gedung Aula Bappeda kabupaten Aceh Tamiang.



Dalam pertemuan ini puluhan perwakilan perusahaan pabrik dan perkebunan kelapa sawit diundang untuk mengikuti  Whorshop sustainability and tools for transformation -self assessment (T4T-SA) yang dimoderatorkan Rikto Yotodiharjdo selaku Stakeholder Engagment end sustainability implementation Lead dari The Forest Trust (TFT) Indonesia.

Sebelumnya Berbagai organisasi non-pemerintah/lembaga swadaya masyarakat telah melakukan kampanye terkait produk minyak sawit di seluruh dunia sejak tahun 2010, lembaga swadaya masyarakat telah mendesak banyak merk barang (Brands) konsumen besar yang menggunakan minyak sawit untuk berkomitmen mengambil tindakan untuk mengurangi dampak negatif, baik kehilangan hutan tropis, perusakan lahan gambut atau praktik perburuhan yang tidak adil dan kerugian bagi masyarakat setempat.

Atas dasar ini, pemerintah daerah Aceh Tamiang bekerja sama dengan The Forest Trust melakukan whorkshop Sustainability dan tool for transformation-self Assessment (T4T-SA) untuk para perusahaan pabrik pengolahan dan perkebunan kelapa sawit di aceh Tamiang selama 1 hari pada tanggal 8 november 2018 ini.

Bupati Aceh Tamiang H.Mursil, SH, M.Kn Dalam penyambutan serta pembukaan kegiatan mengucapkan terimakasihnya kepada semua pihak atas partisipasi dalam kegiatan ini.

Beliau juga sempat menyinggung masalah kepemilikan sertifikat ISPO  yang tidak banyak di miliki Perusahaan pabrik kelapa Sawit yang berada di tamiang ini.

"intinya bagaimana seluruh perusahaan HGU mememiliki sertifikat ISPO, karena yang saya tau sampai saat ini baru 4 perusahaan yang mememiliki sertifikat ISPO di Tamiang yaitu PT. Socfindo, PT simpang kiri ested, PT.surya Ie, serta PT.Sisirau, dalam rangka ISPO kita beri mudah perizinan, tetapi diluar itu pemerintah tidak bisa membantu, karena kalau sudah ada HGU berarti sudah Legal", imbuhnya.

Setelah pembukaan yang dilakukan bupati Aceh tamiang kegiatan berlangsung dengan Penukaran Plakat Antara Bupati Aceh Tamiang dengan perwakilan The Forest Trust (TFT), kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi oleh beberapa narasumber. [] TN-W008

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.