TamiangNews.com, KARANG BARU -- Muhammad yunus, salah seorang warga Kampung Mananggini saat ditemui TamiangNews.com usai melakukan pengantrian pada salah satu SPBU yang berada di wilayah Tamiang, Jumat (30/11) mengatakan, dirinya pernah mengalami kejadian beberapa kali ketika melakukan pengisian BBM jenis premium tidak mendapatkan minyak tersebut. 

Foto : Ilustrasi
"Sudah ikut mengantri cukup lama, begitu sampai di tempat pengisian bensin (Premium_red) dikatakan telah habis oleh petugas SPBU," akuinya. 

M.yunus juga menyampaikan, kami berharap kepada pihak terkait untuk menanggulangi kelangkaan BBM dan menindak para oknum yang menjual minyak secara melanggar aturan dan hukum. 

"Apakah kelangkaan BBM ini disebabkan adanya penjualan minyak subsidi kepada para pembeli yang menggunakan jerigen?, Kami juga berharap kepada pihak penegak hukum untuk menyikapi adanya oknum petugas SPBU yang melakukan tindakan penjualan BBM bersubsidi dengan tidak menyalahi aturan dan melanggar hukum," pinta yunus. 

Hal senada juga disampaikan oleh Pakde nama panggillannya, warga Aceh Tamiang yang satu ini saat ditemui TamiangNews.com saat sedang berada di sebuah pangkalan minyak eceran menurutnya, pihak terkait harus bisa memberikan solusi dan membahas faktor-faktor penyebab kelangkaan BBM tersebut. 

"Pihak Pertamina semestinya mencari penyebab kelangkaan minyak jenis solar dan premium subsidi di masyarakat. Apakah hal ini disebabkan kurangnya pasokan atau minimnya usaha SPBU?" ujarnya. 

Ia juga menyampaikan, jika kelangkaan BBM disebabkan kurangnya stasiun penyaluran, maka pihak Pertamina dapat mendorong dan menghidupkan kembali SPBU yang sudah tidak beroperasi guna membantu serta menambah pasokan minyak ke daerah. 

"Jika kelangkaan minyak ini disebabkan kurangnya keberadaan SPBU, maka pihak Pertamina diharapkan mendorong para pengusaha untuk menambah stasiun penyaluran itu," imbuhnya. [] TN-W008

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.