TamiangNews.com, KARANG BARU -- Sejarah telah mencatat bahwa di Aceh telah terjadi konflik yang berkepanjangan sehingga berdampak kepada kemunduran pembangunan, konflik yang timbul karena keinginan suatu perubahan dengan cara ekstrim itulah yang dinamakan Radikal, kali ini Kakesbang Polinmas Aceh Tamiang menggelar Sosialisasi Anti Radikalisme yang dilaksanakan di aula gedung SKB jalan komplek perkantoran bupati Aceh Tamiang, Rabu (7/11).



Kegiatan ini dilaksanakan menggunakan metode pengarahan serta penyajian data yang disampaikan oleh beberapa pemateri atau Narasumber yang berpengalaman dibidangnya.

Oki Kurniawan Selaku kepala Kesbangpolinmas kabipaten aceh tamiang mengatakan, Diselenggarakannya acara sosialisasi Anti Radikalisme ini bertujuan agar terbinanya semua unsur masyarakat yang ada di bumi muda sedia ini untuk memahami dan mencegah berkembangnya faham atau ajaran yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945 yang dapat mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa. 

Selain itu Oki kurniawan juga memberikan laporan mengenai beberapa materi yang akan disajikan oleh Narasumber yaitu, Peran Polri dalam penanganan faham Radikal di daerah terkait stabilitas keamanan dan ketertiban, Membangun sinegritas TNI, Polri dan masyarakat dalam mencegah munculnya faham Radikal yang berpotensi mengancam NKRI, Faham Radikal dan munculnya tindak kekerasan dalam perspectif penegakan hukum di indonesia, serta Merajut kebersamaan demi persatuan dan kesatuan bangsa dalam menangkal tumbuh kembangnya faham Radikal di Kabupaten Aceh Tamiang ini.

Selain Kakesbangpolinmas, turut hadir juga Bupati Aceh Tamiang H. Mursil, SH, M.Kn yang turut mendukung terlaksananya kegiatan yang dinilai positif ini.

Dalam pembukaan serta penyambutanya Bupati Aceh Tamiang juga sempat mengatakan, Radikalisme ini merupakan faham yang sifatnya ekstrim yang sering dikaitkan dengan bom dan terorisme, Sebagai penduduk yang mayoritas Islam setidaknya ada beberapa yang harus kita waspadai bersama, diantaranya intoleransi, kesenjangan sosial dan kekerasan yang mengatasnamakan agama.

"hari ini kita sudah memasuki masa kampanye, kita jangan sampai saling menghujat antara sesama Muslim, karena saat ini kita lihat di medsos begitu bebasnya orang-orang saling menjelekkan satu sama yang lainnya, Dengan bebasnya medsos saat ini kita jangan sampai termakan berita Hoax, dan ikut menyebarkan berita hoax akan terkena pasal dan bisa ditahan oleh Kepolisian" imbuhnya.

Adapun BNPT (badan nasional penanggulangan terorisme) pada Ta. 2016 yang lalu telah mengidentifikasi bahwa Provinsi Aceh merupakan salah satu Provinsi yang rawan dengan berkembangnya faham radikalisme. [] TN-W008

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.