TamiangNews.com, KARANG BARU -- Akibat  hujan deras berdurasi 5 jam yang menguyur Aceh Tamiang Senin malam (26/11)berdampak terhadap terendamnya ratusan hektar sawah di Sapta Jaya Kecamatan Rantau.


Ketua KTNA Kecamatan Rantau Saharuddin menyampaikan, 137 Ha areal persawahan tergenang banjir akibat hujan lebat yang mengguyur kawasan itu sekitar 5 jam. 

Lebih lanjut dikatakan Saharuddin, jika sampai tanaman padi mati maka petani membutuhkan biaya rekonstruksi per rantenya Rp. 100.000 dengan rincian biaya gelebek perante Rp.30.000, biaya bibit 2 Kg perante Rp. 10.000, biaya tanam perante Rp. 60.000.

Dengan keadaan sawah yang terendam banjir seluas 137 Ha, jika tanaman padi tersebut sapai mati, maka petani sawah di Sapta Jaya mengalami kerugian sebesar Rp. 342.500.000, ujar Saharuddin.

Dikatakannya, areal persawahan yang terendam meliputi di Kampung Ingin Jaya dengan luasan lahan sawah 170 Ha yang terendam banjir 80 Ha, Kampung Suka Rahmad dengan luasan lahan 87 Ha yang terendam banjir 28 Ha, Kampung Jamur Labu dengan luasan lahan 79 Ha yang terendam banjir 23 Ha dan di Kampung Jamur Jelatang dengan luasan lahan 63 Ha yang terendam banjir  6 Ha.

Usia tanaman padi rata - rata baru ditanam 2 sampai 3 minggu dengan varietas padi ciherang. Jika sampai 4 hari padi terendam dapat menyebabkan stres padi dan yang dikuatirkan sampai pada kematian.

Sementara itu, Sugiono, SH dalam diskusi dan pengalian informasi di lapangan menyatakan ada beberapa hal yang  menyebabkan terjadinya banjir, dikarenakan curah  hujan tinggi, paret induk sepanjang 10 Km yang meliputi (Kp. Paya Bedi, Kp. Benua Raja dan Kp. Durian) sudah dalam keadaan sumbat dan dangkal.


Menurut Sugiono, solusi yang bisa diambil oleh Pemerintah Daerah untuk mengantisipasi banjir adalah melakukan pencucian parit dan pembuatan Dumb air yang bertujuan untuk dapat menahan air dan mengatur air.

Dalam kegiatan meninjau lapangan Rabu (27/11) dengan komposisi team Sugiono, SH Wakil Ketua 1 KTNA Kabupaten Aceh Tamiang, Budi Azhari, SP (Mantri Tani Kecamatan Rantau), Saharuddin (Ketua KTNA Kecamatan Rantau), Kasan ( Ketua Kelompok Tani Bersama, Kampung Ingin Jaya) dan Syawaluddin ( Ketua Kelompok Tani Sejahtera Kampung Ingin Jaya).

Sementara informasi yang bersumber dari Rinaldy Afrizal (Sekretaris KTNA Kabupaten Aceh Tamiang) menyebutkan, untuk Kampung Alur Bembam Kecamatan Karang Baru luasan lahan 40 Ha, yang terendam seluas 10 Ha dengan usia tanaman 1 s.d 3 minggu. Dan Kampung Paya Meta luasan lahan 400 Ha yang terendam 35 Ha dengan usia tanaman padi 1 s.d 3 minggu, sedangkan padi yang siap panen yang terendam seluas 13 Ha. [] TN-RED 

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.