TamiangNews.com, JAKARTA -- Mantan kapten Timnas Indonesia Firman Utina menilai federasi (PSSI) telah melakukan blunder menyudahi kerja sama dengan pelatih Luis Milla. Apalagi, kerja sama itu dihentikan disaat Indonesia bersiap tampil di Piala AFF 2018.


"Luis Milla tuh membuktikan kalau harga itu enggak bohong dengan kualitasnya. Intinya, harapannya kan dia (Milla) janji melatih sampai SEA Games 2019, dia mau pegang dan mau bawa juara," kata Firman saat ditemui usai mengikuti laga amal untuk Palu, Kamis 23 November lalu.

Menurutnya, penunjukan Bima Sakti sebagai pelatih pengganti di Timnas menjadi perjudian besar PSSI. Apalagi sebelum tampil di Piala AFF, Bima terbilang masih minim jam terbang melatih Timnas.

Tercatat, sebelum menjadi nakhoda di Piala AFF, Bima baru tiga kali melakoni laga sebagai pelatih Timnas. Pun ketiga laga tersebut hanya sebatas uji coba yakni melawan Mauritius (11/9), Myanmar (10/10), dan terakhir kontra Hong Kong (16/10). 

"Intinya, terbukti bukannya kita tidak percaya dengan pelatih sekarang. Mungkin juga mas Bima dan kawan-kawan sudah berusaha, tapi ya gitu. Kita harus akui Luis Milla bagus, kita para pelatih muda harus banyak belajar dari dia, bukan hanya satu-dua bulan," pungkas Firman.

Timnas Indonesia harus menutup asa meraih juara Piala AFF 2018 setelah masih menempati posisi empat klasemen Grup B. Indonesia dipastikan gagal melangkah ke semifinal meski masih menyisakan satu pertandingan kontra Filipina pada Minggu 25 November. [] METROTVNEWS

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.