TamiangNews.com, Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut, perekonomian Aceh hingga triwulan ketiga tahun ini mengalami pertumbuhan 3,75 persen.


Foto : Antaranews
Kepala BPS Aceh, Wahyudin di Banda Aceh, Senin mengatakan, secara umum pertumbuhan perekonomian terjadi di seluruh lapangan usaha, kecuali lapangan usaha kontruksi yang mengalami perlambatan sebesar 3,62 persen.

Bila digabung dengan minyak dan gas bumi (migas), maka perekonomian provinsi paling Barat triwulan III 2018 dibandingkan periode sama 2017 mengalami pertumbuhan sebesar 4,03 persen.

Perekonomian triwulan III di tahun ini diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp40,11 triliun atau 2,75 miliar dolar AS. Sementara PDRB tanpa migas, yakni Rp38,58 triliun atau 2,64 miliar dolar AS.

"Sisi produksi pertumbuhan tertinggi dicapai lapangan usaha jasa industri pengolahan 17,92 persen, dan dari sisi pengeluaran

pertumbuhan tertinggi ada di komponen ekspor luar negeri sebesar 37,82 persen," katanya dia.

Ia menambahkan, perekonomian Aceh triwulan III 2018 mengalami pertumbuhan 1,86 persen dengan migas, dan 1,74 persen tanpa migas jika dibanding dengan triwulan sebelumnya.

"Triwulan II 2018, sisi produksi pertumbuhan disebabkan oleh naiknya nilai tambah konstruksi sebesar 13,69 persen, dan sisi pengeluaran disebabkan komponen PMTB (pembentukan modal tetap bruto) sebesar 9,66 persen," kata Wahyudin.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Aceh, Zainal Arifin Lubis, menyatakan Pemerintah Aceh hingga September 2018 baru merealisasikan sisi keuangan melalui realisasi APBA yang tercatat 43,10 persen.

"Jumlah itu lebih rendah dibanding realisasi di periode yang sama tahun sebelumnya, yakni 49,00 persen," terang Zainal. [] ANTARANEWS

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.