TamiangNews.com, MEULABOH -- Ketua DPRK Aceh Barat, Ramli SE menyatakan, legislatif akan memanggil Kadis Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Kadisparbudpora) kabupaten setempat, Drs T Nyak Cut Cam untuk mengklarifikasi terkait penyebutan bahwa Wakil Bupati (Wabup) H Banta Puteh Syam merupakan ‘bonekanya’ Bupati H Ramli MS. “Ini perlu diluruskan. Kami akan lakukan dengar pendapat. Kenapa bisa demikian,” kata Ramli SE yang menghubungi Serambi, Minggu (25/11).

Foto : Serambinews
Dia mengungkapkan, DPRK sudah menerima surat tembusan dari Kadisparbudpora yang ditujukan ke Bupati Aceh Barat terkait mundur dari jabatannya sebagai kepala dinas (kadis). Selain ditembuskan ke DPRK, surat pengunduran diri itu juga ditembuskan ke Kapolres Aceh Barat. “Dalam surat yang diterima DPRK, ada penyebutan kata ‘wabup boneka bupati’. Ini perlu kita klarifikasi selaku lembaga pengawas,” tukasnya.

Menurut Ramli SE, selain penyebutan boneka, juga ada penyebutan sejumlah poin-poin lain termasuk soal Kadisparbudpora bukan tipe haus uang. “Ini perlu juga kita pertanyakan, apakah selama ini ada dugaan main uang atau dugaan soal fee. Dalam surat ditembuskan ke DPRK itu terdapat sembilan poin penyebab Kadisparbudpora itu mundur. Kami akan pertanyakan beberapa poin dalam surat yang diteken T Nyak Cut Cam dan dilayangkan ke DPRK tertanggal 23 November 2018,” tandas dia.

Dikatakannya, dengan digelarnya dengar pendapat, maka semua akan menjadi jelas. Apabila terungkap bahwa benar ‘boneka bupati’ seorang wabup, tentu perlu diklarifikasi lagi kepada pihak kepala daerah. Artinya, perselisihan atau keretakan itu diharapkan tidak berdampak kepada pembangunan daerah. “Harapan kita, jangan gara-gara tidak harmonis di eksekutif, masyarakat Aceh Barat menjadi korban. Apalagi, saat ini DPRK sedang membahas anggaran RAPBK tahun 2019,” pungkas Ketua DPRK Aceh Barat.

Pada bagian lain, isu mutasi pejabat eselon II dan pejabat lain di jajaran Pemkab Aceh Barat, sejak kemarin, mulai mencuat. Mutasi disebut-sebut akan digelar pada Senin (27/11) hari ini, termasuk akan dilantik pejabat baru sebagai Kadisparbudpora Aceh Barat menggantikan T Nyak Cut Cam yang menyatakan mundur dari jabatan.

Namun, hingga sore kemarin, Serambi belum berhasil mengonfirmasi isu itu kepada Sekda Aceh Barat, Adonis, meski sudah dihubungi melalui pesan WA (WhatsApp), tetapi belum dijawab. Sedangkan, Bupati H Ramli MS dilaporkan, hingga Minggu kemarin, masih dinas di luar daerah, tepatnya di Pulau Jawa. Kecuali itu, Bupati Ramli MS juga belum memberikan penjelasan atau komentarnya ke media terkait mundurnya Kadisparbudpora Aceh Barat, T Nyak Cut Cam.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kadisparbudpora Aceh Barat, Drs T Nyak Cut Cam melayangkan surat mundur dari jabatannya karena merasa terzalimi oleh Bupati Aceh Barat, Ramli MS. T Nyak Cut Cam yang merupakan adik kandung Wabup H Banta Puteh Syam itu menyampaikan pernyataan secara terbuka saat mendatangi Biro Serambi Meulaboh, Jumat (23/11).

Dia mengungkapkan, sikapnya untuk mengundurkan diri dari jabatan kepala dinas sudah dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Wabup Banta Puteh Syam yang merupakan abang kandungnya. Wabup sendiri sudah memberikan izin adiknya itu untuk mundur karena tidak nyaman lagi dalam bekerja sebagai kepala dinas.

Sementara itu, Kadisparbudpora Aceh Barat, T Nyak Cut Cam yang ditanyai kembali Serambi, Minggu (25/11) kemarin, terkait rencana DPRK akan memanggil dirinya, menyatakan siap hadir ke gedung dewan. “Secara person (pribadi), saya siap hadir. Kalau secara kadis, tidak karena jabatan saya sudah saya serahkan karena saya mundur,” tegas T Nyak Cut Cam.

Ia mengaku siap memberikan sejumlah keterangan termasuk, informasi Wabup H Banta Puteh yang merupakan abang kandungnya selama ini menjadi bonekanya bupati. “Memang begitulah kondisi saat ini terjadi. Saya akan hadir. Saya siap berikan informasi kepada pihak dewan,” ucapnya.

Nyak Cut Cam mengaku, sejak Jumat (23/11), dia tidak lagi menjabat sebagai Kadisparbudpora Aceh Barat, karena selain surat mundur sudah diserahkan ke bupati, juga sudah mengembalikan fasilitas yang pernah dipakainya termasuk mobil dinas. “Saya juga siap menjelaskan termasuk soal anggaran yang selama 5 bulan bertugas di Disparbudpora sebagai kepala dinas,” demikian Nyak Cut Cam. [] SERAMBINEWS




Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.