TamiangNews.com, ZHUHAI -- China menunjukkan unmanned aerial vehicle (UAV) atau drone CH-7 untuk pertama kalinya di China International Aviation and Aerospace Exhibition Ke-12 atau dikenal dengan Zhuhai Air Show. UAV yang diklaim sebagai drone siluman itu diharapkan menjadi yang pertama yang mencapai pasar global.


Foto : Republika
Dibangun oleh Chinese Aerospace Science and Technology Corporation (Perusahaan Sains dan Teknologi Luar Angkasa Cina) milik negara, pesawat tak berawak ini diharapkan memulai penerbangan uji coba pada tahun 2019. Produksi massal dijadwalkan dimulai pada tahun 2022 jika semuanya berjalan dengan baik.

Shi Wen, kepala perancang CH-7, mengatakan kepada AP bahwa pesawat itu dapat terbang berjam-jam, mencari dan menyerang target bila diperlukan.

"(Kami) dapat melihat CH-7 terbang di langit biru, secara bertahap menjadi produk praktis dan dapat digunakan di masa depan," katanya.

Menurut Shi Wen UAV siluman itu kemungkinan akan dijual ke luar negeri. Namun dia tidak merinci negara mana yang mungkin ada dalam daftar calon pembeli.

Mengutip laporan CBS News, Jumat (9/11/2018), UAV model mesin tunggal tersebut mampu terbang dengan kecepatan pesawat jet komersial. CH-7 memiliki lebar sayap sekitar 72 kaki dan ukuran panjang 33 kaki.

Negara-negara lain juga sedang mengembangkan drone siluman versi mereka sendiri. Namun, para ahli telah mengindikasikan bahwa harga rendah dan kemauan China untuk berbagi teknologi akan menarik perhatian lebih dari pembeli.

Menurut China Daily, jika CH-7 tetap di jalur dengan tes penerbangannya, UAV tersebut akan menjadi yang pertama yang masuk pasar global."Dan satu-satunya pilihan bagi pembeli yang ingin melancarkan pesawat tempur siluman," bunyi laporan tersebut. [] SINDONEWS

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.