TamiangNews.com, TOKYO -- Chairman dan CEO Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi, Carlos Ghosn, ditangkap otoritas berwenang Jepang di Bandara Haneda, Tokyo, awal pekan ini.

Foto : Ilustrasi
Pebisnis Terbaik Asia pada 2002 versi majalah Fortune itu dituduh menyalahgunakan aset perusahaan dan mengaburkan laporan pendapatan. Para produsen automotif tempat Ghosn berkarir pun bertindak tegas. Nissan dan Mitsubishi menyatakan akan segera mendepak pria tersebut dari jabatannya. Sementara Renault baru akan memberikan keputusan pekan ini.

Seperti dilansir asahi.com, otoritas Jepang memperluas penyelidikan ke luar negeri, termasuk rumah dinas mewah yang dibeli anak perusahaan Nissan Motor Co di Rio de Janeiro, Brasil dan Beirut, Lebanon. Selain Ghosn, anggota perwakilan dewan Nissan Greg Kelly juga turut ditangkap karena gagal melaporkan pendapatan pemimpinnya.

Sejak Carlos dan Greg diciduk, kantor Nissan di Yokohama dan di tempat lainnya di Jepang diperiksa penyelidik untuk menguak aliran dana pembelian rumah di luar negeri. Seorang sumber penyelidik mengatakan, Greg menginstruksikan bawahannya untuk menangani transaksi rumah berbanderol miliaran yen itu.

Pada laporan sekuritas tahunan Nissan antara 2010 - 2014, jumlah pendapatan Carlos tercatat sebesar 4.987 miliar yen (Rp647,26 triliun). Tetapi, Jaksa Umum mencurigai pendapatannya mencapai sekitar 9.998 miliar yen (Rp1.297 triliun). Carlos didakwa melanggar Undang Undang Pertukaran dan Instrumen Uang.

Keberhasilan penangkapan Carlos tidak terlepas dari sikap kooperatif Nissan melalui sistem tawar-menawar yang diberlakukan pada tahun ini. Di bawah sistem baru itu, tersangka dengan jabatan rendah dapat menerima pengurangan vonis dakwaan jika membantu penyelidik menangkap tersangka dengan jabatan tinggi. Sistem ini mirip metode whistle blower yang lazim diimplentasikan pada tersangka kasus penyalahgunaan wewenang terutama di bidang keuangan.

Ghosn merupakan tokoh automotif papan atas pertama yang tertangkap melalui sistem tersebut. Sebuah kesepakatan pengurangan sanksi ditekan bersama beberapa bawahan Carlos. Sesuai aturan hukum yang berlaku di Jepang, pria berkebangsaan Lebanon-Brasil-Prancis itu terancam 10 tahun penjara atau denda 10 juta yen.

Sebagai sebuah perusahaan, Nissan juga kemungkinan dapat dikenai denda hingga 700 juta yen jika terbukti melanggar aturan operasi bisnis. Para pemegang saham Nissan sejak lama mengeluhkan gaji tinggi Carlos. Berdasarkan Tokyo Shoko Research, upah awal Carlos di Nissan mencapai 891 juta yen pada tahun 2009.

Gaji Carlos di Nissan dilaporkan terus naik hingga 1 miliar yen per tahun dan menjadikannya sebagai top 10 eksekutif berpendapatan tertinggi selama delapan tahun berturut-turut.

Pada rapat investor tahun ini, seorang pemegang saham mempertanyakan apakah gaji tinggi Carlos berkaitan dengan turunnya kualitas Nissan.

Ghosn ditangkap di Bandara Haneda pada Senin (19/11) sekitar pukul 16.30 waktu setempat oleh satu tim penyelidik. Penangkapannya disusun melalui rencana matang. Tim penyelidik menunggu jet dinasnya mendarat sejak siang pada awal pekan ini seusai dengan bocoran yang diterima. Setelah diizinkan pihak Bandara Haneda, mereka masuk ke landasan pacu dan menangkapnya.

Ghosn merupakan pebisnis terkenal di Jepang. Selain menyelamatkan Nissan dari keterpurukan, dia juga membangkitkan bisnis Renault dan menjadi pencetus pertukaran teknologi antar-perusahaan automotif. Penangkapannya memperburuk kondisi industri automotif Jepang yang sedang menjalani transisi menuju mobil listrik.

Chief Executive Nissan Hiroto Saikawa menyatakan akan merekomendasikan dewan direksi untuk memecat Carlos dari jabatannya. 

“Ini merupakan tindakan yang tidak dapat ditoleransi. Saya merasa sangat kecewa berat, frustasi, marah, dan benci, terutama karena dia bersikap seperti tidak bersalah,” tandas Saikawa dalam sebuah konferensi pers di Tokyo.

Mitsubishi Motors Corporation juga menyatakan akan mendepak Carlos. Sementara itu, Renault akan secepatnya mendiskusikan kasus ini dalam pertemuan dewan direksi dan tidak menerangkan lebih jauh. Para ahli menilai riwayat Carlos memperpendek daftar suri teladan pekerja asing yang sukses meniti karier di Jepang.

Kasus penangkapan Carlos Ghosn juga mendapat tanggapan dari Menteri Keuangan (Menkeu) Prancis Bruno Le Maire. Dia mengatakan, Carlos tidak lagi pantas memegang jabatan tinggi dan mendesak Renault membentuk tim tanggap darurat untuk membendung dampak buruk.

“Renault sedang lemah karena itu harus beraksi secepat mungkin,” kata Le Maire. Pemerintah Prancis pantas berang dengan tertangkapnya Carlos karena mereka memiliki 15% saham di Renault. 

Sehari setelah kasus ini mencuat, saham Renault anjlok sebesar 8,4%. Begitupun dengan saham Nissan dan Mitsubishi yang masing-masing jatuh sebesar 6%.

Profesor Ferdinand Dudenhoffer dari Universitas Duisburg-Essen mengatakan, skandal ini dapat mempersuram masa depan Nissan dan Renault yang sedang berjuang.

Carlos Ghosn terlahir di Brasil pada 9 Maret 1954 dari keluarga asal Lebanon. Dia mengenyam pendidikan di kampus elite Prancis. Carlos sukses membangun reputasinya sebagai pebisnis hebat setelah bergabung dengan Nissan pada 1999. Sebelumnya dia adalah pegawai di perusahaan produsen ban Michelin. 

Saat menjabat wakil presiden eksekutif di Renault, Carlos menerapkan strategi lugas. Dia melakukan sejumlah perombakan besar di Nissan, mulai dari menutup lima pabrik domestik hingga memecat 21.000 karyawan.

Dia lalu menggabungkan Nissan dan Renault agar dapat beroperasi lebih optimal. Aliansi Renault-Nissan tersebut berhasil menekan pengeluaran secara efektif dan bertukar ide serta informasi.

Di industri automotif global, nama Carlos Ghons menjadi salah satu legenda hidup. Pria berusia 64 tahun itu merupakan arsitek dari terbentuknya aliansi strategis antara Nissan, Renault dan Mitsubishi unuk menantang dominasi pabrikan raksasa lain seperti Volkswagen, Toyota dan General Motors.

“Dia adalah aliansi sesungguhnya,” ujar Rebecca Lindland, senior auto analyst for Cox Automotive.

Pandangan tersebut benar adanya karena Carlos adalah satu-satunya orang yang menduduki kursi tertinggi di top eksekutif perusahaan automotif dan memegang tiga jabatan sekaligus.

Pada aliansi tiga produsen tersebut, Renault memiliki 43,5% saham Nissan, sementara Nissan memiliki 15% saham Renault. Adapun Mitsubishi memiliki 34% saham Nissan. [] SINDONEWS

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.