TamiangNews.com, LANGSA -- Aksi Penyeludupan Bawang Merah jenis Peking Sepanyol (separoh nyolong) semakin berani padahal kesigapan petugas untuk mengantisipasi aksi itu tetap terjadi, namun aksi penyeludupan itu terus berlanjut. 



Hal ini terbukti dengan ditangkapnya bawang merah asal negeri jiran tersebut yang sedang merapat kedermaga terdekat diperairan Teluk Kemiri, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, oleh  Petugas operasi gabungan Bea dan Cukai Kantor Wilayah (Kanwil) Aceh, Kanwil Sumatra Utara, Kanwil Tanjung Balai Karimun dan KPPBC Kuala Langsa.

Berdasarkan informasi yang diterima TamiangNews.com dari KPPBC Kuala Langsa, Minggu (18/11), bawang merah sebanyak 13 ton tersebut diangkut menggunakan Kapal Motor (KM) Doa Ibu GT. 15 nomor 103/QQD berbendera Indonesia. 

Selain itu, tim gabungan juga mengamankan 5 orang tersangka. Diantaranya MS sebagai Kaptain kapal, H sebagai Engineer, K sebagai Crew, MA sebagai Cree dan H yang juga merupakan sebagai Crew. 

Atas kecurigaan terhadap KM itu, petugas melakukan pemeriksaan secara mendalam. Alhasil petugas tidak menemukan dokumen impor resmi atas barang berupa bawang merah jenis Peking yang dibawa oleh KM Doa Ibu tersebut. Selanjutnya KM dan bawang merah tanpa dokumen beserta ABK diamankan di KPPBC Kuala Langsa guna penyelidikan lebih lanjut. 

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka diancam dengan Undang-udang nomor 10 tahun 1995 tentang kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 17 tahun 2006 pasal 102 huruf a: setiap orang membawa barang impor yang tidak tercantum dalam manifest dipidana Karana telah melakukan penyelundupan barang impor dan dipidana penjara paling singkat satu tahun serta paling lama penjara 10 tahun dengan denda paling sedikit 50 juta serta paling banyak 5 Miliar. [] TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.