TamiangNews.com, MOSCOW -- Kelompok Anonymous mengklaim telah mendapatkan dokumen yang menjelaskan kegiatan LSM berbasis di London yang secara resmi memiliki misi: "membela demokrasi melawan disinformasi."  Sebaliknya, proyek yang dikenal sebagai Integrity Initiative, dilaporkan digunakan oleh London untuk ikut campur dalam urusan domestik negara-negara Eropa.

Foto : Sputnik International
Anonymous mengatakan pemerintah Inggris telah menciptakan "operasi informasi rahasia skala besar" di seluruh Eropa, Amerika Serikat (AS) dan Kanada untuk ikut campur dalam urusan domestik negara-negara Eropa.

Mengutip "sejumlah besar" dokumen yang bocor, Anonymous mengklaim bahwa Integrity Initiative pada kenyataannya merupakan proyek yang didanai dan dioperasikan oleh London melalui kontak tersembunyi di kedutaan Inggris.

Untuk diketahui, Integrity Initiative adalah jaringan kelompok di seluruh Eropa dan Amerika Utara untuk mengungkapkan dan memerangi propaganda dan disinformasi. Jaringan ini diluncurkan pada musim gugur 2015.

Sebagai contoh paling jelas dari kegiatan proyek, Anonymous mengutip operasi "Moncloa" di Spanyol. Operasi ini diduga diluncurkan awal tahun ini untuk menghentikan Pedro Banos diangkat menjadi pemimpun kantor intelijen berpengaruh Spanyol. Banos adalah seorang kolonel yang dikenal karena simpati pro Rusianya.

"Bab Spanyol menyelesaikan tugasnya dalam beberapa jam," bunyi laporan itu, mencegah suara pro-Rusia dari membentuk kebijakan Spanyol seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (24/11/2018).

Menurut dokumen yang diterbitkan Anonymous, kelompok Integrity Initiative Spanyol memulai kampanye di Twitter pada Juni 2018 untuk membangkitkan gejolak media dan mendorong partai politik Spanyol untuk meminta Perdana Menteri Pedro Sanchez membatalkan penunjukan.

Anonymous menyatakan bahwa intelijen Inggris mampu melakukan operasi serupa di Prancis, Jerman, Italia, Yunani, Belanda, Lithuania, Norwegia, Serbia, dan Montenegro. Kelompok ini mengklaim bahwa London berusaha untuk menciptakan kelompok serupa di seluruh dunia dalam jangka panjang, termasuk di Timur Tengah, Afrika Utara, AS, dan Eropa sebagai bagian dari penjajahan senyap dari kedua bekas tetangga Inggris di Uni Eropa dan sekutu NATO.

"Semua pekerjaan dilakukan di bawah kerahasiaan mutlak melalui kontak tersembunyi di kedutaan Inggris, yang menimbulkan lebih banyak kecurigaan bahwa Inggris menggunakan alasan yang masuk akal untuk menciptakan sistem global pengaruh informasi dan campur tangan politik ke dalam urusan negara lain."

Pemerintah Inggris serta negara-negara yang disebutkan dalam laporan tersebut belum mengomentari kebocoran dokumen tersebut.

Anonymous adalah kelompok peretas yang mengkampanyekan "kebebasan di internet" dan memprotes terhadap sensor internet. Grup ini diluncurkan pada tahun 2002 dan sejak itu meretas beberapa situs web pemerintah.

Para hacktivists sangat menentang kelompok-kelompok teroris: kelompok ini menyatakan perang siber pada ISIS setelah serangan 13 November 2015 yang mematikan di Paris.

Mungkin tindakan paling populer yang terkait dengan Anonymous adalah apa yang disebut Million Mask March melawan "kontrol pemerintah." [] SINDONEWS

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.