TamiangNews.com, BANDA ACEH -- Anggota DPR Aceh Iskandar Usman Alfarlaky mengimbau masyarakat menahan diri, tidak main hakim sendiri, seperti yang terjadi Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang, menyebabkan pembakaran dan perusakan kantor polsek setempat.
     
Foto : Antaranews
"Kami mengimbau masyarakat menahan diri dan tidak berbuat anarkis dalam menyelesaikan masalah. Kasus pembakaran Polsek Bendahara terjadi karena tidak ada komunikasi yang baik," kata Iskandar Usman Alfarlaky yang dihubungi dari Banda Aceh, Rabu.
     
Selain itu, Iskandar Usman juga mengajak semua pihak menyikapi insiden yang terjadi di Polsek Bendahara, Aceh Tamiang, dengan bijaksana. Tidak membuat hal-hal yang bisa memicu kekhawatiran masyarakat.
     
Apalagi, sebut Iskandar yang juga Anggota Komisi I DPR Aceh membidangi hukum dan pemerintahan, suasana di sekitar kejadian sudah sangat kondusif. Aktivitas masyarakat juga sudah kembali berjalan normal. 
     
"Terkait Masalah-masalah hukum yang terjadi, percayakan kepada kepolisian. Apalagi dalam kasus ini, Kapolda Aceh sangat cepat merespons dengan mencopot Kapolsek Bendahara," kata dia.
     
Iskandar Usman juga mengapresiasi Kapolda Aceh Irjen Pol Rio S Djambak yang langsung mencopot Kapolsek Bendahara karena dinilai menyalahi prosedur yang menyebabkan tewasnya seorang tahanan.
     
Akibat kejadian ini, masyarakat yang tidak puas dengan kematian tersebut, menyerang dan membakar Kantor Polsek Bendahara. Seharusnya ini tidak terjadi kalau ada komunikasi yang baik, kata Iskandar Usman.
     
"Kami mengimbau masyarakat agar menaham diri serta membangun komunikasi yang baik. Semua permasalahan bisa diselesaikan dengan musyawarah dan mufakat. Serta menjaga kondisi keamanan yang sudah sangat kondusif," sebut Iskandar Usman.
     
Sebelumnya, masyarakat di sekitar Kantor Polsek Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, menyerang kantor polisi tersebut pada Selasa (23/10), sehingga menyebabkan kerusakan serta membakar sepeda motor yang ada di tempat itu.
     
Penyerangan kantor polsek dipicu meninggal dunianya seorang tersangka narkoba jenis sabu-sabu beserta barang buktinya. Pascainsiden tersebut, Kapolsek Bendahara dicopot dari jabatannya. [] ANTARANEWS

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.