TamiangNews.com, KARANG BARU - Diduga akibat benturan sampah batang kayu yang terbawa arus sungai ketika meluap beberapa waktu lalu disebabkan curah hujah yang tinggi, akibatnya, Pipa penyaluran Gas dari HPCS Objek Vital Nasional ke Pertamina EP Rantau mengalami kebocoran ditengah sungai Tamiang antara Desa Alur bemban dan Desa Landuh - Alur Cucur rantau. 


Kebocoran pipa gas yang terdapat pada jalur pipa dari HPCS Objek Vital Nasional di Desa Alur bemban ke Desa Landuh tersebut dibenarkan oleh Fandi Prabumulih, Assisten Manager PT. Pertamina EP Rantau saat di hubungi via selulernya ketika sedang berada di Pekan Baru mengikuti kegiatan SKK. (dikutip dari harianfikiransumut.com), Senin (15/10)

Pipa gas berdiameter 6 inchi, sambung Fandi lagi, sebagai pipa penyalur gas dari HPCS Objek Vital Nasional di Desa Alur bemban kecamatan karang baru menuju pusat produksi gas milik PT. Pertamina Rantau di Desa Landuh Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang disebabkan terjadi benturan Batang kayu sehingga tersangkut dan menghantam jalur pipa.

Fandi juga menjelaskan bahwa dampak dari kebocoran pipa tersebut membuat kenyamanan pekerja menjadi terganggu, salah satunya kurangnya daya arus listrik. 

Oleh karena itu, tambahnya lagi, untuk mendapatkan arus listrik sebagian pekerja yang menempati perumahan PT. Pertamina EP Rantau harus menggunakan Genset. 

"Kebocoran pipa gas tersebut tidak mempengaruhi hasil produksi, sampai saat ini hasil produksi masih dalam kondisi stabil, dan kita tetap melakukan perbaikan melalui karyawan, khususnya tenaga teknis". Terangnya 

Namun, kata Fandi lagi, berhubung kondisi air sungai masih terlalu dalam, dan ditambah lagi keruhnya air sehingga menyulitkan bagi tim tekhnis untuk memperbaikinya.

Dan hingga Saat ini, tim teknis kami berupaya untuk melakukan pengelasan pipa tersebut, namun, lagi lagi masih mengalami sedikit kendala dikarenakan arus air masih deras sehingga tidak leluasa bekerja dalam memperbaiki pipa yang bocor, ditambah lagi air yang masih keruh sehingga menyulitkan pandangan bagi penyelam. "Insya Allah jika arus sungai sudah mulai normal dan tidak keruh lagi, maka perbaikannya dapat segera selesai, dan pastinya kami tetap mengutamakan Safety dan zero Insident, tandasnya. [] TN-W016 (Zulfitra) 

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.