TamiangNews.com, JAKARTA -- Sinead O'Connor, penyanyi top asal Irlandia mengumumkan telah masuk Islam. Pelantun Nothing Compares 2 U milik Prince itu mengubah namanya menjadi Shuhada Davitt.

Foto : Youtube
Tahun lalu, O'Connor mengubah nama resminya menjadi Magda Davitt. Di Twitter, salah satu penyanyi legendaris ini mengaku telah tidak lagi bersama Gereja Katolik, dimana sebelumnya dia ditahbiskan menjadi seorang imam oleh sekte Katolik yang memisahkan diri oleh Gereja Ortodoks Katolik dan Apostolik Irlandia pada akhir 1990-an.

Namun, dalam serangkaian tweet baru-baru ini, The Dubliner mengungkap dirinya telah menjadi seorang muslim. "Ini untuk mengumumkan bahwa saya bangga telah menjadi seorang Muslim," tulisnya di media sosial.

"Ini adalah kesimpulan alami dari perjalanan para teolog yang cerdas. Semua penelaahan tulisan suci mengarah pada Islam. Yang membuat semua tulisan suci lainnya menjadi berlebihan. Aku akan diberi nama baru (yang lain). Itu akan menjadi ‘Shuhada’,” tegasnya. 

Musisi yang menjalani perawatan kesehatan mental intensif di Amerika Serikat pada tahun lalu dengan bantuan Dr Phil ini kemudian memposting video dirinya melantunkan Adzan,  panggilan umat Islami untuk salat.

“Maafkan semua kesalahan dalam Azan saya .... Upaya pertama. Ketika saya melatihnya 30 kali saya akan membuat dunia berhenti berputar," tulisnya.

O'Connor juga mengungkapkan dirinya telah menerima hijab pertamanya dengan bantuan seorang teman di Dublin. "Sahabatku, Elaine baru saja memberiku jilbab pertama dan dia kedinginan di seluruh tubuhnya ketika aku memakainya," tulisnya.

"Tidak akan memposting foto karena sangat pribadi. Dan aku wanita tua yang jelek. Tapi aku wanita tua yang sangat, sangat, sangat bahagia,” tambah dia.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Daily Mail awal pekan ini, O'Connor  diidentifikasi dengan nama 'mantan' - mengungkapkan dia berkolaborasi dengan Ronnie Wood dari Rolling Stones, aktor Irlandia Cillian Murphy, Pink Floyd Nick Mason dan penyanyi Imelda May untuk sebuah EP baru.

'One More Yard' akan memberi penghormatan kepada seorang prajurit muda Perang Dunia Pertama Irlandia, Michael Thomas Wall dan menggunakan kata-kata dari 90 surat yang dia tulis di rumah selama konflik. Semua hasil yang diperoleh dari penjualan EP akan diberikan kepada badan amal kanker. [] SINDONEWS

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.