TamiangNews.com, SEKERAK -- Pembukaan Jalan Baru senilai Rp. 81.114.000, yang bersumber dari Alokasi Anggaran Desa (ADD) Tahun 2017 di Kampung Sulum Kecamatan Sekerak diduga fiktif.



Hal itu ditegaskan oleh Juru Bicara Perwakilan Masyarakat Sulum, Saparuddin kepada TamiangNews.com di Karang Baru, Senin 15 Oktober 2018.

"Yang namanya Program Pembukaan Jalan Baru tersebut tidak pernah ada. Kenyataan dilapangan bukan pembukaan jalan baru namun jalan sudah ada dibersihkan", tegasnya.

Dari anggaran sesuai dengan perencanaan Pembukaan Jalan Baru tersebut biaya yang harus dikeluarkan sesuai dengan perencanaan 40 % yaitu mobilisasi bulldozer Rp. 10.000.000.

Sementara ongkos perhari sebesar Rp.m6. 913. 000 dikali 10 hari dengan total anggaran sebesar Rp. 69.130.000.000.

"Anggaran itu tidak pernah dikeluarkan karena dilapangan tidak ada perkerjaan pembukaan jalan tersebut yang menggunakan Bulldozer. Jadi ini jelas fiktif", tegasnya.

Yang lebih parahnya, sambung Saparuddin kegiatan tersebut ditumpang tindihkan dengan Program Pembangunan Draenase sepanjang 1.000 meter dengan total anggaran Rp. 36.110.000 yang juga menggunakan ADD tahun 2017.

Dalam pengerjaan Program Pembangunan Draenase tersebut menggunakan Excavator dengan pembiayaan untuk mobilisasi alat berat sebesar Rp. 10.000.000 dan biaya kerja Rp. 4.906.000/hari selama 5 hari dengan total anggaran sebesar Rp. 24.530.000.

"Jadi fakta yang ada dilapangan tersebut hanya sebatas pembersihan jalan senilai Rp 81.114.000, di atas badan jalan yang sudah ada yang dulu di buat oleh PT. Kuala Langsa dan Pembangunan Draenase sepanjang 1.000 meter dengan total anggaran Rp. 36.110.000", ungkapnya.

Saparuddin juga menambahkan hasil dari kroscek dengan Kaur Pembangunan Kampung Sulum Mad Muda yang juga selaku Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Program ADD mengatakan bahwa alat berat excavator (baco) bekerja hanya 7 hari yaitu untuk melaksanakan pembuatan saluran drainase dan pembersihan jalan. "Dari keterangannya jelas membuktikan pembangunan jalan baru tersebut tidak ada (fiktif)", tegas Saparuddin. 

Saparuddin atas nama warga Sulum meminta kepada penegak hukum agar dapat mengusut tuntas dugaan pembangunan fiktif tersebut. "Kita minta kepada pihak penegak hukum agar dapat memproses dugaan tersebut sehingga masyarakat dapat kepastian tentang dugaan tersebut", pinta Saparuddin.

Sementara itu Datok Penghulu Kampung Sulum Kecamatan Sekerak, Jamal Arif dikomfirmasi TamiangNews.com, Selasa 16 Oktober 2018 membantah tudingan pembangunan fiktif tersebut. 

"Tidak ada pembangunan yang tidak dilakukan semua ada. Jadi informasi fiktif itu tidak benar. Pihak Inspektorat sudah periksa pekerjaan yang dimaksud sudah selesai dan tidak ada masalah, apalagi setelah diukur oleh pihak Inspektorat volumenya lebih", tegas Jamal di ujung WhatsApp nya. [] L24-005

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.