TamiangNews.com, LANGSA -- Terkait adanya dugaan penyelewengan dana Bantuan Sosial Industri Kecil Menengah (IKM) untuk pengembangan keahlian gerabah sebesar Rp.147 juta tahun 2017, pihak Kejaksaan Negeri Langsa telah memangggil oknum Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan UKM Kota Langsa dan beberapa Staf ditempat itu. Kamis (4/10).


Demikian disampaikan Kejari Langsa R.Ika Haikal melalui Abdi Fikri, SH, di Kantor Kajari Jln. Prof.A.Majid Ibrahim Gampong Matang Seulimeng Kec. Langsa Barat, beberapa waktu lalu. 

Untuk sementara ini kami baru tahapan pemanggilan beberapa staf Koperindag untuk dimintai keterangan terkait sejauh mana pelaksanaan kegiatan tersebut dan ini akan kami dalami lebih lanjut lagi, ujar Abdi.

Dikatakannya lagi, saat ini kami juga sedang mengumpulkan bukti-bukti terkait dugaan penyimpangan Bantuan Sosial (BANSOS) dari Anggran APBA tahun 2017 tersebut benar atau tidaknya. Jika dari bukti bukti dikumpulkan ternyata yang bersangkutan benar maka harus diproses hukum.

Sementara itu, Informasi tersebut menguap menyusul aksi protes kelompok Sanggar Asri, Gampong BTN Seuriget, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa yang mengusulkan proposal anggaran sebesar Rp 149 juta.

Dugaan penyimpangan tersebut karena alokasi dana atas usulan kelompok Sanggar Asri untuk pengembangan keahlian gerabah yang bersumber dari Anggran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) tahun 2017 senilai Rp 145 juta telah diselewengkan oleh oknum Kadis.

“Ketika dana tersebut dikucurkan oleh Provinsi, pihak Dinas malah membuat kelompok baru yang bernama Jambo Kreasi dan mengalihkan anggaran tersebut kepada kelompok yang dibentuk itu, anehnya lagi lokasi pengembangan keahlian gerabah dilakukan di rumah oknum Kepala Dinas sendiri.

Sementara itu, Ketua LT KPSKN PIN RI Provinsi Aceh, Saiful Alam SE, memberikan apresiasi tindakan cepat Kejari Langsa dalam menyikapi dugaan penyimpangan Dana Bansos di Diskoperindag Kota Langsa.

"Kita harapkan ini bisa segera di proses secara hukum, mengingat tindak tersebut telah merugikan masyarakat, jika benar itu dilakukan oleh kepala dinas sunguh sangat kita sayangkan, seharusnya dia bisa membantu Masyarakatnya, ini justru mengecewakan masyarakat". [] TN-RED

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.