TamiangNews.com, KARANG BARU -- Datangnya musim hujan dalam beberapa hari ini membuat ketar ketir penjual semangka yang ada di Aceh Tamiang, pasalnya guyuran air dari langit berdampak pada intensitas peminat semangka yang menurun pada buah tersebut.


Hidayat (38), salah seorang penjual semangka asal Desa Dalam, Kecamatan Karang baru ini mengatakan, kondisi semangka di lapak miliknya pada bulan ini cukup awet dan kurang laris tidak seperti bulan-bulan sebelumya, dikarenakan penjualan yang menurun akibat guyuran hujan yang membuat pelangganya kurang berminat untuk mengkomsumsi buah segar ini.

Namun, untungnya buah semangka pada musim hujan tidak cepat rusak, sehingga mengurangi kerugian pada dirinya ditambah lagi harga semangka di pasaran pada musim ini masih stabil, bekisar Rp 3 ribu per kilogram.

"Hujan mulai datang dan ngak tahu kapan habisnya, dampaknya pada penjualan semangka menurun karena peminatnya kurang di musim hujan, walaupun kualitas semangka masih bagus, tetapi kami para penjual agak sedikit goyang ni bang", kata hidayat sembari menunjukkan semangka miliknya.

Hidayat juga menambahkan, penjualan semangka pada hari biasanya bisa mencapai 1 sampai 2 juta  rupiah perharinya, namun perbandingan penjualan pada musim hujan ini sangat turun drastis hingga 75 % dengan pendapatan hasil penjualan hanya 250 atau 450 ribu rupiah perharinya. [] TN-W008

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.