TamiangNews.com, WASHINGTON -- Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah mengharamkan Huawei berpartisipasi dalam pengembangan jaringan 5G di Negeri Paman Sam. Alasannya, Amerika Serikat khawatir dengan isu keamanan nasional. 

Foto : Sindonews.com
Namun laporan terbaru menunjukkan bahwa Huawei terus melobi FCC, badan pengawas telekomunikasi AS, untuk mencabut larangan tersebut. Lobi utama Huawei adalah partisipasi di pasar smartphone Amerika dan peletakan jaringan 5G. 

Laman Giz China, Minggu (7/10/2018), melaporkan, saat ini Huawei telah menyediakan fasilitas telekomunikasi ke lebih dari 170 negara, banyak di antaranya merupakan sekutu AS. Di Amerika Serikat, banyak perusahaan telekomunikasi yang lebih kecil menggunakan produk Huawei karena adanya korelasi harga. 

Jika produk Huawei benar-benar dilarang dijual di Amerika Serikat, itu berarti operator telekomunikasi kecil ini akan gulung tikar. Jika Huawei tidak terlibat dalam pengiriman jaringan 5G di AS, itu juga mengurangi persaingan, inovasi, dan penundaan popularitas jaringan 5G.

Meskipun Huawei percaya bahwa keterlibatannya akan mengubah wajah jaringan 5G di AS, pemasok lain mulai menyediakan fasilitas 5G. Misalnya Ericsson, Nokia, Verizon, AT & T, dan T-mobile.

Huawei merekomendasikan agar FCC dan organisasi lain mengembangkan kerangka kerja keamanan yang besar untuk melindungi terhadap ancaman. Termasuk ancaman Huawei terhadap kontrol China daripada secara langsung melarang persaingan di luar pasar. [] SINDONEWS.COM

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.