TamiangNews.com, LIFESTYLE -- Sebuah kebijakan mengejutkan dibuat oleh sebuah situs penginapan Airbnb. Jika sebagian besar penginapan melakukan strategi promosi agar bisa dihuni oleh setiap elemen masyarakat, tapi tidak dengan Airbnb yang satu ini.

Foto : Okezone.com
Bagaimana, dari situs penginapan tertulis mereka menolak untuk menerima tamu Muslim. Salah seorang tamu yang seorang mahasiswi ditolak untuk menginap di penginapan tersebut, dianggap tidak cocok karena hijab yang dikenakannya.

Dilansir Okezone dari laman VT, Selasa (9/10/2018), mahasiswi neuroscience Inggris yang bernama Saleque ini sedang belajar di Hamburg untuk mengejar gelar PhD-nya. Dia merasa frustrasi karena ada sebuah apartemen Airbnb yang lebih dekat ke pusat kota, tapi menolaknya meski masih ada kamar yang tersedia.

Saleque segera melampiaskan kemarahannya dan menunjukkan kebijakan diskriminasi Airbnb, yang seharusnya pemilik tidak menolak tamu hanya karena berbeda ras, warna kulit, etnis, asal kebangsaan, agama, orientasi seksual, identitas gender atau status perkawinan. Menurut Saleque kebijakan yang diberlakukan itu bisa menjadi cerminan dari pemilik Airbnb.

“Untuk pertama kalinya dalam hidup saya, saya telah didiskriminasikan karena mengenakan hijab dab menjadi Muslim,” tulis Saleque di akun Twitternya.

Setelah Saleque mempublish keluh kesahnya di media sosial, rekan kerja dan teman-teman Saleque langsung memulai kampanye di media sosial untuk mendukungnya. Mereka menuliskan dukungan dengan menggunakan tagar #RacistAirbnb dan #CancelClaudia.

“Salah satu mahasiswa PhD kami telah ditolak oleh pemilik Airbnb atas dasar agamanya. Pelajar kampus kami harus bebas dari diskriminasi baik di dalam maupun luar kampus!” tulis salah seorang temannya di universitas yang sama dengan Saleque.

Tidak hanya satu orang saja yang turut mendukung Saleque. Mahasiswa lainnya pun mendukung dengan menuliskan pendapat yang serupa.

“Ini terjadi pada seorang teman dari seorang teman dan saya merasa sangat jijik. Kejiwaan imperialistik, konyol ini yang melanda banyak pendapat populer di Eropa, memberdayakan fanatik seperti ini ke dalam berpikir bahwa mereka tahu yang terbaik untuk kita...lol oke.”

Setelah ramai di media sosial, Saleque pun akhirnya menerima permintaan maaf dari Airbnb yang mendiskriminasinya. [] OKEZONE.COM

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.