TamiangNews.com, BANDA ACEH -- Wilayah Kabupaten Aceh Selatan yang luas sering menyulitkan masyarakat kurang mampu berobat ke rumah sakit, terutama untuk pasien yang membutuhkan rujukan. Karena itu, pemerintah setempat saat ini tengah menggagas sebuah aplikasi yang memungkinkan warga bisa mendapat pelayanan ambulans terdekat dengan cepat, layaknya aplikasi transportasi berbasis online.

Foto : Ilustrasi
Bupati Aceh Selatan H Azwir mengatakan itu saat bersilaturahmi ke Kantor Harian Serambi Indonesia di Jalan Raya Lambaro Km 4,5 Desa Meunasah Manyang, Ingin Jaya, Aceh Besar, Kamis (11/10). “Orientasi kita untuk memudahkan masyarakat mendapatkan penanganan kesehatan cepat dan mudah,” katanya didampingi Tenaga Ahli Bupati Elly Sufriadi dan Kabag Humas Setdakab Aceh Selatan Masriadi.

Rombongan bupati disambut Pemimpin Perusahaan, Mohd Din, Manajer Multimedia Zainal Arifin, Manajer Iklan Hari Teguh Patria, Manajer Promosi M Jafar, Manajer Percetakan Umum Firdaus Darwis, dan Redaktur Barat Selatan Ansari Hasyim.

Azwir menjelaskan bagi masyarakat yang tidak dapat mengakses aplikasi berbasis android, maka pemerintah juga menyediakan layanan call center yang dapat dihubungi kapan saja selama 24 jam. Pemerintah juga menempatkan ambulans yang bersiaga di lima titik yaitu Labuhan Haji Raya, Meukek-Sawang, Tapak Tuan-Samadua, Kluet Raya, dan Bakongan-Trumon.

Dia mengungkapkan, di Aceh Selatan terdapat 24 Puskesmas, masing-masing memiliki 2 unit ambulans. Totalnya ada 48 unit ambulans. Dari jumlah itu sebanyak 24 ambulans akan dimasukkan dalam sistem call center dimana ambulans tersebut selalu siaga jika ada warga yang membutuhkan. Sedangkan 24 unit lagi tetap siaga untuk melayani pasien Puskesmas.

“Kami sedang mempersiapkan aplikasi call center ambulans seperti aplikasi transportasi online berbasis android, namun bagi masyarakat yang tidak memiliki fasilitas android mungkin karena agak ke pedalaman, maka bisa menghubungi operator yang siaga 24 jam. Program ini akan kita launching dalam tahun ini juga,” ujarnya.

Dia menyampaikan, program tersebut ditujukan bagi masyarakat kurang mampu yang membutuhkan transportasi untuk membawa pasien ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat. Dia juga menyatakan bahwa pemerintah akan mengratiskan seluruh biaya transportasi bagi pasien tersebut.

“Semuanya kita gratiskan. Semua biaya ditanggung pemerintah. Terobosan ini tidak berlebihan, kita harus jemput masyarakat yang membutuhkan pertolongan. Kita akan memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat dengan menyediakan ambulans yang bagus agar masyarakat tidak komplain,” ucap mantan camat Trumon tersebut.

Pada kunjungan silaturahmi tersebut Azwir juga menyampaikan akan menunaikan janji-janji politiknya di 100 hari kerja bersama wakilnya Tgk Amran. Menurutnya ada lima program prioritas yang dijalankan dalam 100 hari kerja tersebut.

“Sejak dilantik kami segera mewujudkan janji-janji kampanye melalui program 100 hari,” katanya. Selain menggagas program ambulans berbasis aplikasi online, pemerintah juga akan melaksanakan program santunan kematian bagi masyarakat selain PNS, TNI, Polri, dan karyawan BUMN. Untuk mempercepat proses penyaluran santunan, pengajuan permohonan atau syarat-syarat bisa dilakukan melalui sistem online, sehingga tidak menjadikan jarak sebagai kendala.

Mengenai besaran dananya, Azwir mengatakan bervariasi. Yang memiliki tanggungan diberi Rp 5 juta, sedangkan yang tidak memiliki tanggungan mendapat Rp 3,5 juta. “Dengan pengajuan syarat berbasis online, dana santunan bisa dengan cepat cair, orang yang kurang mampu bisa cepat terbantu,” ujarnya.

Selain itu, juga ada program kunjungan dokter spesialis ke Puskesmas yang melayani pasien rawat inap minimal tiga hari di Puskesmas, terutama dari kalangan kurang mampu. Tujuannya, untuk memberi penanganan cepat bagi pasien. Pihaknya juga akan mengoptimalkan potensi di setiap gampong dalam meningkatkan pendapatan masyarakat.

Kemudian, pemerintah juga akan memverifikasi data keluarga miskin pengguna listrik 2 ampere untuk memastikan jumlah penerima manfaat program subsidi listrik 2 ampere. “Setelah diverifikasi data, insya Allah pada tahun 2019 subsidi biaya listrik bagi masyarakat kalangan tidak mampu pengguna 2 ampere akan dapat segera diimplementasikan,” sebutnya. [] SERAMBINEWS



Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.